Selasa, 14 April 2026

Kadis Kesehatan Provinsi NTT Raih Gelar Doktor Predikat Cumlaude

Ia mengatakan Bench Mark pembangunan manusia ini ditakar dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Kadis Kesehatan Provinsi NTT Dominikus Minggu Mere foto bersama para penguji di Gedung Pasca Sarjana Universitas Nusa Cendana Kupang, Jumat (27/9/2019). 

Kadis Kesehatan Provinsi NTT Raih Gelar Doktor Predikat Cumlaude

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kepala Dinas Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Dominikus Minggu Mere meraih gelar doktor Program Studi Ilmu Administrasi dalam ujian terbuka di Program Pasca Sarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Jumat (27/9/2019).

Dalam ujian terbuka tersebut Domikus tampil percaya diri menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan oleh para penguji, mempertanggungjawabkan disertasinya yang berjudul 'Pengembangan Model Implementasi Kebijakan Sistem Kebijakan Daerah Untuk Peningkatan Pelayanan Kesehatan di Kabupaten TTU'.

Dalam kesempatan itu, Dominikus menjelaskan, tujuan akhir (outcome) Pembangunan Nasional di Indonesia adalah mencapai kesejahteraan lahir dan batin dengan sasarannya adalah manusia.

Ia mengatakan Bench Mark pembangunan manusia ini ditakar dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Pemerintah Kabupaten TTU, jelasnya, dalam melaksanakan fungsi otonomi desentralisasi, telah menyusun kembali bentuk dan cara penyelenggaraan pembangunan kesehatan atau Sistem Kesehatan Daerah Kabupaten TTU (SKD TTU) dalam PERDA SKD TTU No 09 Tahun 2015.

Menurutnya tujuan penelitiannya yakni menganalisis pengembangan model implementasi Sistem Kesehatan Daerah (SKD) yang berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten TTU, Provinsi NTT.

Dijelaskannya, penelitian tahap 1, analitik observasional dengan desain cross sectional, pengambilan sampel Multi stage random sampling, jumlah sampel 208 orang terdiri dari petugas kesehatan dari puskesmas dan rumah sakit.

Selanjutnya, analisis data Structural Equation Modelling (SEM) dengan Amos 20.0. Sementara Penelitin Tahap II merupakan pendekatan kualitif deskriptif yang datanya dikumpulkan melalui FGD 19 orang informan dan indepth interview pada 10 orang informan pimpinan Sistem Kesehatan dinas terkait di Kabupaten TTU.

Ia mengatakan hasil penelitin tahap Daerah (SKD) dan Responsiveness (RPS) masing-masing secara langsung mempengaruhi Implementasi Kebijakan (1K); Sistem Kesehatan Daerah (SKD), Responsiveness (RPS), kemudian Responshveness (RPS) mempengaruhi Implementasi Kebjakan dan Implementasi Kebijakan (IK) mempengaruhi Pelayanan Kesehatan (PKS).

Lanjutnya, implementasi Kebijakan (IK) secara langsung mempengaruhi Pelayanan
Kesehatan (PKS) dengan Goodness of Fit Chi Square 125,625; probability 0,073; degree of freedom 104 Cmin Df 1,208 ; GFI 0,946; CFI 0,993; RMSEA, 0,032 dan AGFI 0,802. Pada d= 0,01.

"Hasil penelitian tahap II Implementasi kebijakan sistem kesehatan daerah kabupaten TTU sudah dilaksanakan dalam pemberian pelayanan kesehatan serta penyusunan RPJMD Kabupaten TTU merujuk pada PERDA No 9 Tahun 2015 tentang Sistem Kesehatan daerah kabupaten TTU," jelasnya.

Dari hasil tersebut ia menyimpulkan model baru Implementasi Kebijakan Sitem Kesehatan Daerah Dominic BGK dapat diimplementasikan secara komprehensif untuk peningkatan pelayanan kesehatan dan mencapai derajat kesehatan masyarakat setungg-tingginya.

"Disarankan Model ini dapat secara langsung mempengaruhidiimplementasikan pada Kabupaten lain dengan otonomi daerah," pungkas Domikus.

Dalam sambutannya usai ujian terbuka, Dominikus mengungkapkan, disertasinya itu dapat diselesaikan tidak terlepas dari bimbingan, arahan, saran dan koreksi dari tim promotor.

Senangnya Betrand Peto Ikut Ruben Onsu dan Sarwendah Liburan ke Korea, Pertama Kali ke Luar Negeri

Penerawangan Mbah Mijan, Bakal Ada Artis Tenar yang Bakal Cerai? Benarkah Raffi Ahmad?

"Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati saya ucapkan terima kasih kepada Prof. Ir. Fredrik L Benu, M.Si Ph. D, Rektor Undana, selaku promotor dan kepada ko promotor I Dr. Frans Gana MS, ko Promotor II Dr. Petrus Kase, M. Soc, Sc" ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved