Ibu, Anak dan Cucu Tewas Usai Makan Ikan, Dekan FPIK UKAW Kupang Beri Penjelasan

Ibu, Anak dan Cucu Tewas Usai Makan Ikan, Dekan FPIK UKAW Beri Penjelasan

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Ikan Buntal 

Ibu, Anak dan Cucu Tewas Usai Makan Ikan, Dekan FPIK UKAW Kupang Beri Penjelasan

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Ibu, Anak dan Cucu Tewas Usai Makan Ikan, Dekan FPIK UKAW Beri Penjelasan

Tiga korban itu adalah warga Desa Oni, kecamatan Kualin Kabupaten TTS yakni  Nance Kase (43), Erni Kase (17) dan Rolan Banamtuan (1) tewas bersamaan diduga akibat keracunan ikan, Kamis (26/9/2019).

Nyawa ketiganya tak tertolong walau sempat dibawa ke Puskesmas Kualin untuk mendapatkan pertolongan.

Kades Oni, Charles Hauteas menceritakan, kasus keracunan makanan bermula ini bermula ketika Lorens Banamtuan memasang pukat di laut dan berhasil mendapatkan seekor ikan buntal.

Ikan buntal yang dalam bahasa daerah disebut ikan teke Ikan tersebut lalu diberikan kepada korban Nance Kase untuk diolah dan dimakan.

Terkait ikan Buntal tersebut, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW), Umbu P. L. Dawa, yang diwawancarai POS-KUPANG.COM, Kamis (26/9/2019), mengatakan, ikan Buntal merupakan Ikan yang mampu bertahan hidup pada daerah yang tercemar.

Dampaknya, kata Umbu, makanan yang masuk dalam tubuh ikan itu sudah beracun yang mengandung logam berat seperti merkuri dan timbal yang diduga bahan-bahan tersebut tidak dapat dicerna oleh ikan itu sendiri.

Menurutnya bahan tersebut dapat terakumulasi di dalam tubuh ikan sehingga jika dikonsumsi oleh manusia dapat menimbulkan keracunan bagi yang mengkonsumsinya.

"Akibat mengkonsumsi ikan yang mengandung merkuri dan timbal dapat menyebabkan kerusakan saluran pencernaan, sistem saraf dan ginjal dan kerusakan organ tubuh seperti otak, jantung, paru2 dan sistem kekebalan tubuh. Lebih dari itu dapat menyebabkan kematian," ungkapnya.

Gading Marten,Eks Suami Gisella Anastasia,Komentari Foto Sophia Latjuba,Ini Balasan Ibunda Eva Celia

Ia mengatakan, ikan buntal biasanya ditempatkan dalam akuarium untuk membersihkan limbah dalam aquarium, sehingga dikatakan sebagai ikan pembersih.

Dijelaskannya, cara mendeteksi ikan beracun dapat dilakukan secara makroskopis yakni melihat insangnya sudah berlendir, keadaan daging ikan sudah tidak dapat diterima secara organoleptik.

Hal lain disebabkan oleh kesalahan pengolahan.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved