Sabtu, 25 April 2026

Pemkab Kupang Diminta Secepatnya Antisipasi Ancaman Gagal Panen, Ini Kondisinya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang diharapkan secepatnya mengambil langkah dalam upaya mengatasi ancaman gagal panen.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Ferry Ndoen
ISTIMEWA
Adhi Koroh 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I OELAMASI--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang diharapkan secepatnya mengambil langkah dalam upaya mengatasi ancaman gagal panen.

Kondisi alam yang tidak bersahabat membuat hampir semua petani di daratan Timor pusing kepala. Khusus  keluhan  petani di Desa Noelbaki,  Kecamatan Kupang Tengah diharapkan ada solusi dengan cara koordinasi bersama Pemprov NTT untuk tanggap darurat.

Anggota DPRD Kabupaten Kupang,  Samuel Adhi Koroh menyampaikan hal ini kepada POS KUPANG.COM, Rabu (25/9/2019).

Politisi PKPI ini mengatakan, selaku anggota dewan Dapil Kupang I, dirinya akan berkordinasi dengan pemerintah Kabupaten Kupang, untuk segera mencari solusi. Pemkab Kupang harus secepatnya mengambil langkah antisipasi, berkoordinasi dengan Pemprov bagaimana solusi tanggap darurat, agar bisa membagi air dari Bendungan Tilong.

4 Petinju NTT Raih Kemenangan di Kejurnas Tinju Senior dan Seleksi Pra PON, 8 Petinju NTT ke PON

Gelandang Serang Anyar Persija Jakarta Masih Tumpul, Jadi Pemicu? Komentar Ferry Paulus, Info

"Harapan satu-satunya adalah air bendungan Tilong bisa dibagi ke lokasi sawah Noelbaki. Sementara jangka panjangnya pemerintah segra lihat, dengan membangun sumur bor dan beberapa kolam tampungan air seperti yang disampaikan para petani. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-Larut.  Pemerintah secepatnya sikapi," ujar Adhi.

Anggota DPRD Kupang dua periode ini menambahkan, mengingat Desa Noelbaki dan sekitarnya merupakan lumbung beras di Kabupaten Kupang, jadi pemerintah kabupaten Kupang jangan tutup mata melihat kondisi ini.

Sebelumnya diberitakan, ptani sawah di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang harus mengerutkan kening.

Pasalnya, saat ini lahan sawah yang sedang digarap mengalami krisis air yang selama ini dipasok dari Bendungan Tilong semakin kurang. Hal ini menyusul debit air Tilong yang mengalami penurunan hingga 50 persen.

Kepala Desa Noelbaki, Melkisedek Keubana, Selasa (24/9/2019) mengakui, terhadap krisis air ke sawah petani, dirinya didatangi Kelompok Tani P3A "Rindu Sejahtera" Dusun Dendeng.  Luas lahan sawah keseluruhan yang diolah selama ini 292 hektar yang biasanya dikerjakan dalam dua musim.

Dikatakannya, pada musim tanam II ini, petani hanya menggarap 200 hektar dan diprediksi sekitar  70 hektar terancam gagal panen. Sisa lahan belum bisa dipastikan apakah berhasil atau mengalami nasib yang sama seperti 70 hektar itu.

"Debit air stok untuk sawah memang kurang. Selama ini air yang masuk ke sawah dari Tilong. Badan pengurus kelompok sudah ke Dinas teknis juga ke Balai Sungai termasuk ke Pengairan untuk mencarikan solusi," jelasnya.

Menurutnya, langkah yang bisa dilakukan mengatasi permasalahan ini adalah pihak provinsi harus bisa  memberikan sedikit air dari Tilong sambil menunggu musim hujan tiba. Jika tidak maka akan gagal panen, apalagi areal sawah yang ada merupakan lumbung padi di NTT.

"Bisa juga dibantu mesin pompa air agar mengalirkan air dari Kali. Solusi lain kedepannya supaya provinsi  bisa bantu sumur bor. Saya juga usulkan supaya ada kerjasama dengan  instansi teknis untuk  dibuat embung parit. Di Dusun Dendeng saya sudah lihat tiga titik bisa dibuat embung parit untuk antisipasi kedepannya," ujar Melkisedek.

Dia menambahkan, kondisi yang sama juga dialami
Kelompok Tani Usaha Bersama di Dusub Air Sagu. Lahan garapan selama ini seluas 128 hektar. Prediksinya yang berhasil sekitar 70 hektar lebih dan sisanya bisa gagal panen.

"Memang ada sumber air Sagu tapi debit turun apalagi bendungannya ada bocor jadi air banyak meluap ke laut. Sementara ini antisipasi dari  air Kali Noelbaki tapi mau berapa banyak. Memang musim kemarau ini sangat meresahkan petani di Noelbaki," kata Melkisedek.(*)

 

 
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved