Air Bendungan Tilong Sejak Akhir Juli Terus Mengalami Penurunan Debit, Lihat Kondisi Terakhir!

Air Bendungan Tilong, Kecamatan Tengah sejak akhir Juli terus mengalami penurunan debit.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/EDY HAYONG
Kondisi air Bendungan Tilong yang debitnya menurun dan warna airnya kuning kehijau-hijauan, Rabu (25/9/2019) 

Air Bendungan Tilong, Kecamatan Tengah sejak akhir Juli terus mengalami penurunan debit.

POS-KUPANG.COM I OELAMASI--Air Bendungan Tilong, Kecamatan Tengah sejak akhir Juli terus mengalami penurunan debit.

Sampai akhir September ini debitnya sudah turun mencapai 70 persen dan hanya bisa melayani pasokan air ke irigasi persawahan milik warga Desa Fatukanutu dan Noelbaki.

Pengamat Bendungan Tilong,  Simson Banu, kepada wartawan di kediamannya, Rabu (25/9/2019) menuturkan, tugas yang diembannya ini dilakukan sejak peresmian Bendungan Tilong tahun 2002. Untuk itu, dia sangat mengetahui kondisi pasokan air yang ada di bendungan tersebut.

Dijelaskannya bahwa dalam bataa normal 100 persen, pasokan air bisa sampai meluap dengan intensitas curah hujan tinggi. Namun, pada tahun 2019 ini kondisi pasokan air menurun drastis karena musim kemarau yang cukup panjang.

"Sekarang ini debit air turun sampai 70 persen dan masih sisa 30 persen. Memang kita sudah tutup untuk tidak dialirkan tapi permintaan petani dari Fatukanutu dan Noelbaki karena padi terancam gagal panen maka kita keluarkan ke irigasi. Itupun cuma dua hari dalam seminggu," tutur Simson.

Menurut Simson, apabila hingga Oktober 2019 hujan belum juga turun maka debit air bendungan Tilong bisa turun mencapai 28 persen. Kondisi ini memang sudah terlihat sejak Agustus lalu karena pasokan untuk kebutuhan warga di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang masih berjalan dibawa pengawasan BLUD.

Disaksikan POS KUPANG.COM, air yang ditampung di bendungan sangat sedikit. Warna airnyapun kuning kehijau-hijauan. Warga yang biasanya memanfaakan lokasi ini untuk memancing ikan juga tidak satupun terlihat di bendungan yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Jalan Timor Raya arah Selatan ini.

Sebelumnya diberitakan, dampak dari musim kemarau saat ini menyebabkan debit air di Tilong, Kecamatan Kupang Tengah mengalami penurunan sekitar 50 persen.

Akibatnya, ribuan pelanggan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang mengalami krisis air bersih. Untuk saat ini, pasokan air dari Tilong dihentikan sementara karena berubah warna menjadi kuning kehijau-hijauan.

Pelaksana Tugas Dirut PDAM Kabupaten Kupang, Lobrik Saubaki melalui Kepala Divisi Pelanggan, Ina Bubu, dikonfirmasi POS KUPANG.COM, Selasa (17/9/2019) membenarkan soal menurunnya debit air Tilong.

Ina Bubu mengakui dalam tiga pekan belakangan memang kondisi debit air di Tilong mengalami penurunan cukup drastis. Hal ini sebagai dampak dari kemarau panjang sesuai ramalan BMKG. Terhadap kondisi ini maka sementara ini pelanggan tidak bisa dipasok air dari Tilong.

"Memang betul untuk air dari Tilong kondisinya sangat keruh. Debitnya juga turun sekitar 50 persen. Saya sendiri yang menjadi pelanggan sudah tiga pekan ini beli air tangki. Kita mau bagaimana karena kondisi alam demikian," jelas Ina Bubu.

Dirinya belum memastikan kapan pasokan air bersih kembali normal karena saat ini masih berubah warna menjadi kuning kehijau-hijauan.

Secara terpisah warga Penfui Timur mengakui kalau kondisi air dari Tilong yang ada berwarna kekuningan. Untuk mengkonsumsi maka harus dimasak berulang-ulang agar bersih dari bakteri.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved