Selasa, 21 April 2026

Fenomena Baru Kunjungan Wisman, Ini Pandangan Maritje Pattiwaellapia

Soal fenomena baru kunjungan wisman, ini pandangan Maritje Pattiwaellapia

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Kanis Jehola
Pos Kupang/Hermina Pello
Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia 

Soal fenomena baru kunjungan wisman, ini pandangan Maritje Pattiwaellapia

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Talkshow Expose Data Pariwisata dan Perannya dalam Perekonomian NTT yang digelar BPS NTT dan dibuka oleh Kepala BPS NTT, Ny Maritje Pattiwaellapia, di Sotis Hotel Kupang, Selasa (24/9/2019).

Ny Maritje menyampaikan aktifitas pariwisata di Indonesia sudah mulai tumbuh dan berkembang pesat. Bahkan menjadi tren dan gaya hidup masyarakat, sehingga kegiatan pariwisata diharapkan dapat menjadi sektor andalan yang mampu menggerakan sektor-sektor ekonomi lain yang terkait.

Dua Kantor Dinas di Ngada Beri Pelayanan dalam Tenda Darurat, Berikut Penjelasannya!

Ia mengatakan pemerintah selain gencar menarik minat wisatawan mancanegara untuk meningkatkan devisa, juga sedang berusaha untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara atau wisnus.

Meskipun wisnus tidak mendatangkan devisa bagi negara tapi tidak bisa dipandang dengan sebelah mata, terutama kemampuannya dalam pegerakan perekonomian negara melalui peningkatan konsumsi negara.

Lanjutnya, pada saat BPS mengikuti rapat di Jogja, Kepala Bapenas menginformasikan bahwa sektor pariwisata adalah sektor yang luar biasa menumbuhkan perekonomian. Namun ada fenomena yang menarik dan menjadj tantangan kedepan.

Soal KPK Hambat Investasi, Moeldoko Akhirnya Jelaskan Maksud Ucapannya

"Ketika para wisman datang ke negara kita, ada yang memang datang belanja dan meningkatkan devisa juga berdampak pada ekonomi. Namun ada wisman tertentu datang, dia membawa makanannya sendiri sehingga tidak mengeluarkan uang banyak untuk daerah. Ini adalah fenomena yang perlu disikapi bersama," terangnya.

Kata Ny Marittje, pada rapat tersebut juga telah dilakukan pengecekan inbond dan outbond wisman dan wisnus untuk struktur pengeluaran selama liburan. Ternyata pengeluaran terbesar ada pada makanan, sehingga diharapkan kuliner di daerah ini dapat bertumbuh. pengeluaran per orang untuk Wisnus sekali perjalanan Rp 900.000. Jadi wisnus juga bisa menggerakan ekonomi suatu wilayah.

Sektor pariwisata, lanjutnya, memiliki pengaruh besar bagi perekonomian suatu negera. Karena perannya dapat menciptakan lapangan usaha, pendapatan negara dan pemerataan pembangunan.

Untuk itu pengembangan objek-objek daya tarik pariwisata sangat penting, tidak semata-mata hanya meningkatkan penerimaan devisa tapi memperluas kesempatan kerja dan berusaha, sehingga mampu mendorong sektor ekonomi lainnya.

"Seperti diketahui objek-objek wisata di NTT memiliki pesona alam dan budaya yang eksotis. Hal ini mengundang perhatian banyak orang untuk datang berkunjung. Objek wisata ini jika dikemas dengan apik dan menarik akan memberi pengaruh besar pada perkembangan ekonomi NTT dan diharapkan dapat menurunkan tingkat kemiskinan di NTT. Ketika sektor ini digerakkan maka semua sektor juga bergerak, termasuk kuliner tapi kemasannya harus lebih menarik. Kita masih kalah kemasan," tuturnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved