Polisi Dalami Akun Penyebar Hoaks yang Diduga Picu Kerusuhan di Wamena

Polisi dalami akun penyebar hoaks yang diduga picu kerusuhan di Wamena, Papua

Polisi Dalami Akun Penyebar Hoaks yang Diduga Picu Kerusuhan di Wamena
KOMPAS.com/Devina Halim
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2019). 

Polisi dalami akun penyebar hoaks yang diduga picu kerusuhan di Wamena, Papua

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mendalami akun penyebar berita bohong atau hoaks yang diduga menjadi pemicu kerusuhan di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, hoaks tersebut terkait dengan isu rasisme.

Romahurmuziy: Dakwaan Jaksa Harusnya Gugur, Ini Alasannya

"Yang mereka kembangkan isu yang sensitif di sana adalah tentang rasis. Dengan penyebar hoaksnya juga sedang didalami juga akun-akunnya oleh Direktorat Siber Bareskrim," ujar Dedi di Gedung Humas Divisi Polri, Jakarta Selatan, Senin (23/9/2019).

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja, mengungkapkan, hoaks yang menyebar terkait lontaran kalimat rasis dari seorang guru.

Saat ini, kata Dedi, situasi di Wamena sudah terkendali. Aparat TNI-Polri juga mencegah agar tindakan anarkistis tak meluas.

Istri Ahmad Dhani, Mulan Jameela Jadi Anggota DPR, Ini Penjelasan Gerindra

Aparat bersama pemerintah daerah dan para tokoh setempat juga menggunakan pendekatan lunak atau soft approach untuk mengimbau massa agar tidak terprovokasi hoaks.

"Selalu kita imbau dengan pendekatan soft approach, dengan menggunakan tokoh gereja, tokoh agama, kemudian para tokoh adat yang ada di sana termasuk pemda, untuk tidak terprovokasi sebaran-sebaran berita hoaks," katanya.

Sementara, terkait kerusakan akibat kerusuhan tersebut, Dedi mengatakan bahwa sejauh ini yang terkonfirmasi adalah beberapa ruko dan sejumlah fasilitas publik.

Polisi masih mendalami terkai kantor pemerintahan yang terdampak kerusuhan.

"Ada beberapa fasilitas publik yang memang dirusak dan dibakar. Yang sudah diklarifikasi hanya beberapa ruko. Untuk kantor pemerintahan ada juga yang diserang, cuman masih belum terklarifikasi yang rusak milik siapa, itu masih harus didalami dulu nanti," ungkap Dedi.

Diberitakan sebelumnya, aksi unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019) berujung rusuh. Kontributor Kompas.com di Wamena, John Roy Purba melaporkan, demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN dan beberapa kios masyarakat. (Kompas.com/Devina Halim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Dalami Akun Penyebar Hoaks yang Diduga Picu Kerusuhan di Wamena",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved