Mantan Wabub Sumba Barat Daya : Bupati Dan Wakil Bupati Fokus Pertanian, Kesehatan Dan Pendidikan

Kornelius Kodi Mete dan Marthen Christian Taka, S.IP memberi fokus perhatian terhadap sektor pertanian, pendidikan dan kesehatan

Mantan Wabub Sumba Barat Daya : Bupati Dan Wakil Bupati Fokus Pertanian, Kesehatan Dan Pendidikan
POS KUPANG/PETRUS PITER
Foto bersama Mantan Wakil Bupati SBD, Drs.Ndara Tanggu Kaha, Bupati SBD, dr.Kornelius Kodi Mete dan staf ahli gubernur NTT, Samuel Pakereng, Sekda SBD, Drs.Antonius Umbu Zaza, M.Si dan beberapa pejabat lain. 

Mantan Wabub Sumba Barat Daya : Bupati Dan Wakil Bupati Fokus Pertanian, Kesehatan Dan Pendidikan

POS-KUPANG.COM|TAMBOLAKA---Mantan Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, Drs.Ndara Tanggu Kaha meminta bupati dan wakil bupati Kabupaten Sumba Barat Daya periode 2019-2024, dr.Kornelius Kodi Mete dan Marthen Christian Taka, S.IP memberi fokus perhatian terhadap sektor pertanian, pendidikan dan kesehatan serta sektor lainnya.

Menurutnya ketiga persoalan itu menjadi masalah utama yang dihadapi selama 5 tahun memimpin Sumba Barat Daya bersama mantan bupati Markus Dairo Tallu, S.H.

Harapan 3 persoalan utama itu menjadi perhatian serius pemerintahan baru ke depan.

Mantan Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, Drs.Ndara Tanggu Kaha menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada acara serah terima jabatan bupati dan wakil bupati Kabupaten Sumba Barat Daya periode 2014-2019, Markus Dairo Tallu, S.H-Drs.Ndara Tanggu Kaha  kepada bupati dan wakil bupati Kabupaten Sumba Barat Daya periode 2019-2024, dr.Kornelius Kodi Mete-Marthen Christian Taka, SIP di kantor Bupati Sumba Barat Daya, Jumat (20/9/2019) pagi. Acara serah terima jabatan tersebut tidak dihadiri mantan Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Tallu, S.H.

Menurut mantan wakil bupati Ndara Tanggu Kaha, dibidang pertanian, hal pertama menjadi perhatian bukan hanya soal menyiapkan lahan, menanam, merawat dan memetik hasil tetapi yang harus diperhatikan adalah soal pangsa pasar produk petani itu.

Sebab sekitar 70 persen rakyat Sumba Barat Daya hidup dengan bermata pencaharian dibidang pertanian.

Hal mana sekitar 100.000 dari 400.000 lebih jumlah penduduk di Sumba Barat Daya adalah warga miskin.

Persoalan yang terjadi selama ini, rakyat sudah memetik hasil tetapi mengalami kendala memasarkannya.

Selanjutnya dibidang pendidikan hingga saat ini masih terdapat siswa siswi sekolah dasar, SLTP bahkan SMA belum bisa membaca.

Halaman
12
Penulis: Petrus Piter
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved