Sabtu, 11 April 2026

Ini Komentar Pengamat Politik Terkait Peluang Incumbent di Pilkada Malaka 2020.

Dalam konteks pilkada di Kabupaten Malaka, Rudi menilai elektabilitas juga sangat dipengaruhi oleh kekuatan relasi sosial dan jaringan keluarga.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/EDY HAYONG
Rudi Rohi 

Ini Komentar Pengamat Politik Terkait Peluang Incumbent di Pilkada Malaka 2020.

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Malaka akan berlangsung tahun 2020.

Menanggapi hadirnya incumbent dalam pesta demokrasi itu, pengamat politik dari Fisip Undana Kupang, Dr. (cand) Rudi Rohi, SH., M.Si menilai secara normatif peluang incumbent selalu selangkah lebih di depan dibanding calon-calon non incumbent.

Hal tersebut dikarenakan incumbent dinilai menguasai sejumlah sumber daya yang berimplikasi pada elektabilitas.

"Sebut saja birokrasi dan anggaran. Akan tetapi karena itu pula, incumbent mudah menjadi sasaran tembak bila tidak mampu bermain cantik dalam politisasi birokrasi dan anggaran," katanya saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Jumat (20/9/2019) malam.

Lebih lanjut, evaluasi kinerja 5 tahun ke belakang juga dinilai menjadi instrumen penting menilai gagal tidaknya incumbent dalam pilkada.

Dalam konteks pilkada di Kabupaten Malaka, Rudi menilai elektabilitas juga sangat dipengaruhi oleh kekuatan relasi sosial dan jaringan keluarga.

"Bagi masyarakat dengan karakter patembayan, jaringan sosial kultural memainkan peran penting dalam pemilihan kepala daerah," jelasnya.

Sementara itu, lanjut Rudi, calon-calon non incumbent juga sebenarnya mempunyai peluang lebih baik bila mampu menonjolkan kelebihan mereka dalam tawaran pembangunan Kabupaten Malaka 5 tahun ke depan.

"Sejauh ini saya melihat ada beberapa bakal calon yg punya kapasitas itu. Kendati saya tidak ingin menyebutkan namanya, akan tetapi saya lihat mereka telah bekerja dan berada bersama masyarakat cukup lama persis di tengah-tengah persoalan yang dibutuhkan masyarakat untuk diselesaikan pemerintah. Itu jadi modal penting. Tinggal seberapa mampu mereka mengkonversi popularitas itu menjadi elektabilitas," jelasnya.

Menurut Rudi, secara umum peluang merebut kursi kepala daerah antara incumbent dan non incumbent sama-sama cukup baik.

ACARA KACAU, Lamaran Vicky Prasetyo Buyar Saat Iva Lola Datang Saat, Sahila Hisyam Menghilang

Paket HOKI Resmi Mendaftarkan Diri ke DPC PDIP Ngada

"Tinggal bagaimana strategi dan kerja pemenangan yang saya harapkan bisa lebih damai agar tidak mengorbankan demokrasi dan terutama masyarakat di sana," katanya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved