Begini Penjelasan Kadis Koperasi & Nakertrans Terkait Penyelesaian Tenaga Kerja NTT di Kutai Kaltim

Tadi saya sudah bicara dengan salah satu pejabat di sana. Saat ini masih diupayakan penyelesaian sengketa itu oleh pemerintah setempat

Begini Penjelasan Kadis Koperasi & Nakertrans Terkait Penyelesaian Tenaga Kerja NTT di Kutai Kaltim
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Kepala Dinas Koperasi, Nakertans NTT, Dra. Sisilia Sona

Pemprov NTT Koordinasi Penyelesaian Masalah Tenaga Kerja di Kaltim,Masih Ditampung di Kantor Camat Karangan

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Para pekerja di perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kutai Timur ,Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang bersengketa dengan perusahaan, saat ini masih ditampung di Kantor Camat Karangan, Kutai Timur.

Pemerintah Provinsi (Pemprov ) NTT terus berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim untuk penyelesaian masalah tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTT, Dra. Sisilia Sona , Jumat (20/9/2019).

Sisilia dikonfirmasi mengenai perkembangan tenaga kerja atau buruh asal NTT yang bersengketa dengan perusahaan di Kutai Timur,Kaltim.

Menurut Sisilia, buruh yang bersengketa dengan manajemen perusahaan kelapa sawit itu saat ini masih ditampung di Kantor Camat Karangan, Kutai Timur.

"Ada sebanyak 890 orang di sana dan saat ini mereka semua ditampung di Kantor Camat Karangan. Kami terus koordinasi dengan Pemerintah Kaltim dalam upaya penyelesaian sengketa tersebut," kata Sisilia.

Dijelaskan, untuk berkoordinasi perkembangan penyelesaian sengketa, dirinya melakukan komunikasi dengan Pemprov Kaltim.

"Tadi saya sudah bicara dengan salah satu pejabat di sana. Saat ini masih diupayakan penyelesaian sengketa itu oleh pemerintah setempat," katanya.

Ditanyai apakah para buruh itu akan kembali ke NTT atau masih menetap dan bekerja di Kaltim, Sisilia mengatakan, saat ini masih dalam pembahasan dan kompromi,apakah mereka dikembalikan ke NTT atau kembali bekerja.

Sedangkan soal pemicu persoalan atau sengketa, ia mengatakan, awalnya masalah hak-hak karyawan yang dipotong secara terus-menerus, karena itu mereka kuatir akan kehilangan hak.

"Atas kondisi itu, para buruh sepakat tuntut ke perusahaan. Mereka sudah tuntut sejak Bulan Juni dan Bulan Juli. Mereka juga ada yang diundang oleh perusahan untuk diskusi, tapi sampai di perusahaan ternyata ada preman yang mengusir mereka," katanya.

Sisilia juga mengakui, persoalan ini juga telah menjadi perhatian Kementerian Tenaga Kerja RI.

"Kemenaker juga sedang lakukan pemeriksaan di Kaltim. Hasil akhir kita belum tahu, apakah hak-hak mereka dibayar, kemudian apakah mereka kembali bekerja atau kembali ke NTT kita belum tahu," ujarnya.

DPC PDIP Sumba Barat Belum Buka Pendaftaran Calon bupati dan Wakil Bupati

Pendeta Robinson Nainggolan Jadi Pembicara KKR di Kota Kupang

Sedangkan soal makanan dan minuman di penampungan, ia mengakui untuk makanan san minuman, saat ini ditanggung pemerintah setempat.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved