Wagub NTT, Josef A.Nae Soi : Pemerintah NTT Perhatikan Lansia

pemerintah hadir untuk memperhatikan keberadaan Lansia, baik yang produktif maupun yang tidak produktif melalui lembaga Komda Lansia.

Wagub NTT, Josef A.Nae Soi  : Pemerintah NTT Perhatikan Lansia
POS KUPANG/ISTIMEWA
Suasana pelaksanaan Rakor Penguatan Kelembagaan Lansia sedaratan Sumba, Alor dan Sabu Raijua di Waikabubak Sumba Barat, (18/9/2019) sore. 

Wagub NTT, Josef A.Nae Soi  : Pemerintah NTT Perhatikan Lansia

POS-KUPANG.COM|KUPANG --Wakil Gubernur NTT selaku Ketua Komisi Daerah (Komda) Lanjut Usia (Lansia) Provinsi NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, M.M menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memperhatikan keberadaan Lansia, baik yang produktif maupun yang tidak produktif melalui lembaga Komda Lansia.

Wagub Josef menyampaikan hal ini dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Gubernur, Ny. Dra. Erni Usboko ,M.Si saat membuka dengan resmi kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Kelembagaan Lansia sedaratan Sumba, Alor dan Sabu Raijua di Waikabubak ,Kabupaten Sumba Barat, Rabu (18/9/2019) sore.

Dalam press release yang disampaikan Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Valeri Guru,S.Sos menyatakan, dalam sambutan, Wagub Josef mengatakan, populasi Lansia di Indonesia termasuk di NTT terus bertambah dari tahun ke tahun.

"Tahun 2000 tercatat ada 14,4 juta jiwa dan pada tahun 2020 yang akan datang diperkirakan akan bertambah menjadi 28,8 juta jiwa. Suatu lonjakan yang sangat luar biasa," kata Josef.

Dijelaskan, lonjakan itu disebabkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi khususnya tekhnologi di bidang kesehatan.

"Hal ini tentu berdampak pada usia harapan hidup masyarakat Indonesia hingga 72 tahun, sedangkan usia harapan hidup masyarakat NTT mencapai 65 - 68 tahun," katanya.

Josef mengatakan, populasi Lansia di Provinsi NTT terus bertambah setiap tahun.
Dikatakan, pada tahun 2015 lalu, populasi Lansia berjumlah 385.224 jiwa dan pada tahun 2017 lalu, populasi Lansia mencapai 408.348 jiwa.

"Karena itu, Pemprov NTT sangat mendukung kegiatan Rakor ini sebagai salah satu upaya untuk pemberdayaan terhadap Lansia baik di provinsi maupun di kabupaten/kota. NTT termasuk salah satu provinsi yang rawan Lansia yang populasi Lansia di atas 7 persen ," ujarnya.

Wagub Josef berharap, melalui kegiatan Rakor ini dapat memberi manfaat terutama kepada Komda Lansia; sehingga berdampak langsung pada penanganan Lansia di tingkat kabupaten.

"Memang tidak mudah tetapi harus dimulai karena kita berjalan dan bergerak sesuai amanat UU Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia," katanya.

Sekretaris Komda Lansia Provinsi NTT, Drs. Centis Medi, M.Si dalam laporannya mengatakan, kegiatan Rakor ini selain untuk edukasi dan sosialisasi juga untuk menyamakan persepsi di antara Komda Lansia di provinsi maupun Komda Lansia sedaratan Sumba, Alor dan Sabu Raijua.

"Jumlah peserta Rakor sebanyak 50 orang termasuk narasumber yang berasal dari Direktur Rehabilitasi Lansia Kementerian Sosial RI, Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT, Kepala BKD Provinsi NTT dan Kadis Sosial Provinsi NTT," kata Centis Medi.

Mantan Kadis Sosial NTT ini mengatakan, pihaknya menargetkan tahun ini semua Komda Lansia di 22 kabupaten/kota se NTT terbentuk.

Klasemen Liga 1 2019! Persib Bandung Melorot Disalip Bhayangkara FC, Borneo 4 Besar

Pilkada Belu 2020: Willy Lay Daftar di PDI Perjuangan, Ini Harapannya

"Karena itu, tahun depan, fokus Komda Lansià NTT adalah bagaimana membuka akses permodalan untuk mengembangkan usaha-usaha produktif. Sehingga spirit NTT Bangkit NTT Sejahtera juga dapat diimplementasikan oleh para Lansia produktif yang ada di daerah ini," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved