Sekertaris Desa Mnela Lete Minta Polisi dan TNI Bubarkan Aktivitas Judi Di Meokono

pada Bulan Agustus lalu aktivitas perjudian berlangsung setiap hari. Pada September ini menurutnya aktivitas judi hanya digelar Sabtu dan Minggu.

Sekertaris Desa Mnela Lete Minta Polisi dan TNI Bubarkan Aktivitas Judi Di Meokono
POS KUPANG/DION KOTA
Sekertaris Desa Mnela Lete, Kecamatan Amanuban Barat, Laban Maubanu 

Sekertaris Desa Mnela Lete Minta Polisi dan TNI Bubarkan Aktivitas Judi Di Meokono

POS-KUPANG. COM|SOE -- Sekertaris Desa Mnela Lete, Kecamatan Amanuban Barat, Laban Maubanu meminta pihak kepolisian dan TNI untuk bertindak tegas membubarkan aksi judi di kampung Meokono, Desa Mnela Lete yang sudah beraktifitas berbulan-bulan.

Dirinya mengaku, aktivitas judi (aduh ayam, bola guling dab kuru-kuru) tersebut telah menganggu ketertiban umum dan juga mencoreng nama baik Desa Mnela Lete, khususnya kampung Meokono.

" Kita sudah laporan ke Babinsa dan Babinkamtibmas untuk bubarkan itu aktivitas judi. Tapi ternyata orang masih main judi juga ini. Kita minta Pak Kapolres dan Pak Dandim tolong bubarkan itu aktivitas judi karena berdampak buruk bagi masyarakat sekitar. Tolong pak polisi dan TNI bubar mereka dari kampung kami," ungkap Maubanu.

Informasi praktek judi di Meokono lanjut Maubanu, sudah didapatkannya dari masyarakat. Dirinya sudah berkomunikasi dengan dusun untuk membubarkan aktivitas judi tetapi ternyata masih juga ada praktek judi.

" Pak dusun lapor kalau sudah tidak ada lagi, tetapi saya dengar masih juga ada praktek judi. Makanya saya minta pihak keamanan untuk bubarkan aktivitas judi tersebut," pintanya.

Mirisnya lanjut Maubanu, aktivitas judi ini berlangsung di ata milik oknum ketua RW, Zakarias Misa. Oleh seba itu dirinya juga sudah minta kepada Zakarias untuk tidak lagi memperbolehkan aktifitas judi di wilayah tersebut.

Informasi yang diperoleh pos Kupang dari seorang wanita warga Meokoni mengatakan, aktivitas judi di Meokono sudah lama berlama berlangsung sekitar 4 bulan lalu.

Aktivitas perjudian Ter sebut lanjutnya tidak hanya melibatkan warga Soe, tetapi juga ada yang datang dari luar Kota Soe, seperti Atambua dan TTU.

Dikatakannya, pada Bulan Agustus lalu aktivitas perjudian berlangsung setiap hari. Pada September ini menurutnya aktivitas judi hanya digelar Sabtu dan Minggu.

"Orang ramai pak kalau ada judi. Ada yang datang dari luar Soe juga. Saya tahu ini karena saya jualan kue di tempat itu kalau ada aktivitas perjudian," ujarnya.

Anggota DPRD Kabupaten TTS, Hendrik Babys menyayangkan adanya aktivitas perjudian di wilayah Kabupaten TTS yang sudah berlangsung lama namun belum ditindam tegas aparat penegak hukum.

Dirinya meminta aparat penegak hukum tidak bermain mata dengan para bandar judi.

Sembilan Pejabat Fungsional Kanwil Kemenkumham NTT Dilantik Hari Ini

Ramalan Zodiak Cinta Besok Jumat 20 September 2019 Virgo PHP Libra Menghayal Pisces Terpanah Asmara

"Jangan judi digelar bebas lalu aparat penegak hukum tidak bertindak. Ini ada apa? Sebagai wakil rakyat kita minta pihak penegak hukum bubarkan aktivitas perjudian di wilayah Kabupaten TTS karena hanya akan merusak generasi bangsa," pintanya. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved