Berkas Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur di TTU Dilimpahkan ke Pengadilan Kefamenanu

YN dan saat ini telah berumur 17 tahun. Sedangkan pelaku persetubuhan bernama Siprianus Kolo, salah satu oknum kepala desa.

Berkas Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur di TTU Dilimpahkan ke Pengadilan Kefamenanu
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kajari Kabupaten TTU, Bambang Sunardi, SH,.MH 

Berkas Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur di TTU Dilimpahkan ke Pengadilan Kefamenanu

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Berkas perkara kasus persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh oknum kades Sungkaen, Siprianus Kolo telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kefamenanu.

Bahkan, kasus yang telah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu itu sudah disidangkan pertama kali dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kejari Kabupaten TTU, Bambang Sunardi kepada Pos Kupang saat ditemui di ruang kerjannya, Selasa (18/9/2019).

Bambang mengatakan, setelah menerima berkas perkara tersebut, pihaknya langsung melimpahkan berkas kasus pencabulan anak dibawah umur itu ke pengadilan.

"Berkasnya kita sudah limpahkan ke pengadilan, dan kemarin sudah jalani sidang perdana pembacaan dakwaan oleh JPU," ujarnya.

Diberitakan media ini sebelumnya, salah seorang oknum Kepala Desa Sungkaen di Kecamatan Bikomi Ninulat, Kabupaten TTU, terbukti melakukan tindakan persetubuhan anak dibawah umur.

Anak dibawah umur tersebut diketahui berinisial YN dan saat ini telah berumur 17 tahun. Sedangkan pelaku persetubuhan bernama Siprianus Kolo, salah satu oknum kepala desa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini menyebutkan kasus persetubuhan itu terjadi sekitar tiga tahun lalu tepatnya pada tahun 2016. Pada saat itu, YN disetubuhi oleh Siprianus Kolo sebanyak tiga kali.

Tak tau malu, oknum kades mesum itu, melakukan perbuatan tak terpuji itu di rumah jabatan kepala desa. Atas perbuatan tak terpuji tersebut, korban akhirnya mengandung anak hasil hubungan gelapnya bersama oknum kades yang seharusnya menjadi pengayom bagi YN.

Saat usia kehamilan memasuki tujuh bulan, oknum kades mesum itu lalu meminta kepada YN untuk menggugurkan janin di dalam kandungannya itu. Hal itu dilakukan lantaran merasa malu dengan masyarakat setempat.

BPS NTT Diminta Tambah Labuan Bajo Sebagai Kota Indikator Pertumbuhan Ekonomi

Kivlan Zen Dirawat di RSPAD Gatot Soebroto karena Mengidap Infeksi Paru-paru, Ini Kata Menhan

Merasa malu dan tak puas dengan perbuatan oknum sang kades, YN akhirnya melaporkan kejadian yang menimpa dirinya itu kepada pihak kepolisian di Polres TTU pada, Rabu (27/2/2019). (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved