SUPMN Kupang Ditantang Menciptakan Kader di Bidang Kelautan

menciptakan kader di bidang kelautan yang berkualitas dan mampu memanfaatkan sumber daya dan potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Kupang.

SUPMN Kupang Ditantang Menciptakan Kader di Bidang Kelautan
POS KUPANG/EDY HAYONG
Wabup Jerry Manafe, berfoto dengan siswa SUPMN Kupang Angkatan ke XVIII, di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Senin (16/9/2019). 

SUPMN Kupang Ditantang Menciptakan Kader di Bidang Kelautan

POS-KUPANG.COM I BOLOK-- Wakil Bupati (Wabup) Kupang, Jerry Manafe "tantang" manajemen Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri (SUPMN) Kupang.

Jerry tantang lembaga ini untuk dapat menciptakan kader di bidang kelautan yang berkualitas dan mampu memanfaatkan sumber daya dan potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Kupang.

Hal ini diungkapkan Wabup Jerry Manafe, saat pelantikan siswa - siswi SUPMN Kupang Angkatan ke XVIII, di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Senin (16/9/2019).

Jerry mengatakan, luas wilayah perairan laut Kabupaten Kupang  3.278,25 Kilometer persegi, lalu kawasan perikanan budidaya mencapai 1.714,20 hektar. Prosentase jumlah penduduk cukup banyak  berprofesi sebagai nelayan. Untuk itu perlu ada kontribusi dari lembaga pengembangan IPTEK di bidang kelautan dan perikanan.

"Saya tantang SUPMN Kupang  untuk ciptakan kader di bidang kelautan yang berkualitas. Mampu memanfaatkan sumber daya dan potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Kupang," ujar Jerry.

Dikatakan Ketua DPD Golkar Kabupaten Kupang ini bahwa potensi perikanan yang besar telah pula tertuang dalam RPJMD tahun 2019 - 2024. Sektor perikanan menjadi unggulan yang harus dioptimalkan baik dalam produksi maupun konsumsi perikanan. Tujuan utama tentunya untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

"Masyarakat dan Pemkab Kupang butuh peran serta lembaga untuk pengembangan IPTEK budidaya perikanan maupun komoditi perikanan lain yang bernilai ekonomis dengan sentuhan teknologi modern dan ramah lingkungan," pintanya.

Kepala SUPMN Kupang, Markus Samusamu melaporkan perkembangan lembaga yang dipimpinnya itu. Dikatakannya,  tahun 2002 SUPMN Kupang awalnya dibentuk oleh Dinas Kelautan dan Perikanan NTT untuk mendukung program pemprov di bidang kelautan dan perikanan.

Tahun 2012, SUPMN Kupang diserahkan oleh Pemprov NTT untuk dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. SUPMN Kupang juga menjadi anak bungsu dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sehingga masih butuh perhatian pemerintah.

"Kami menghasilkan teknisi perikanan tingkat menengah yang kini tersebar di berbagai instansi pemerintah, industri perikanan di NTT maupun industri perikanan di luar negeri seperti di Australia, Jepang, Korea, Thailand, Panama, Norwegia serta negara lainnya," beber Markus.

Tentang jumlah lulusan yang sudah dihasilkan SUPMN Kupang, Markus mengatakan, sejak tahun 2004 hingga saat ini mencapai 882 orang dengan presentasi lulusan bekerja sebagai ASN 8,5 persen,  Swasta Nasional 17,5 persen,  Swasta Asing 5,3 persen,  melanjutkan pendidikan 9,9 persen dan lulusan yang tidak terpantau 4,8 persen.

"SUPMN Kupang memiliki tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 53 orang, dengan mengelola dua program keahlian yaitu Nautika Kapal Penangkap Ikan dan Agribisnis perikanan air payau dan laut," jelas Markus.

Lulusan program Nautika kapal penangkap ikan setelah lulus akan memperoleh sertifikat keahkian nautika kapal penangkap ikan tingkat dua, sertifikat Basic Safety Training (BST) dan sertifikat Nautika perikanan laut.

DPRD Malaka Bentuk Enam Fraksi-Fraksi Malaka Sejahtera Gabung Empat Parpol

BREAKING NEWS : Lakalantas di Kelurahan Naimata, Satu Korban Luka Berat

Sementara lulusan program agribisnis perikanan air payau dan laut akan memperoleh sertifikat asisten ahli budidaya ikan dan sertifikat kompetensi bidang budidaya ikan.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved