Renungan Harian Kristen Protestan
Renungan Harian Kristen Minggu 15 September 2019 “Mengertikah Apa yang Engkau Baca?
Renungan Harian Kristen Minggu 15 September 2019 “Mengertikah Apa yang Engkau Baca?
Untuk menjadi seorang sida-sida, seseorang harus dipersiapkan dari masa muda karena akan mengemban tugas negara.
Salah satu persiapannya adalah mereka tidak perbolehkan menikah karena hidup mereka benar-benar hanya untuk mengurus perbendaharaan Negara, mereka tidak boleh disibukan dengan urusan-urusan lain.
Oleh karena itu, seorang sida-sida harus rela untuk tidak bisa menghasilkan keturunan selama hidupnya (iaharus di kebiri).
Dan karena keadaan seorang sida-sida yang bagi orang Yahudi tidak sempurna, sehingga walaupun mereka bukan penganut ajaran keKristenan tetapi ketika mereka memberi diri untuk beribadah kepada Allah maka disediakan tempat khusus bagi mereka di pelataran Bait Allah.
Pada awal hadirnya kekristenan, banyak orang yang ingin mempelajari ajaran tersebut sekalipun mereka bukan penganutnya.
Sebab inilah sehingga bagi orang-orang yang bukan Kristen, diberikan gulungan-gulungan salinan kitab-kitab untuk mereka miliki.
Dalam kunjungannya ke Bait Allah di Yerusalem, sida-sida mendapat salinan gulungan kitab Yesaya sehingga dalam perjalanan kembali Ke Etopia, ia membaca salinan kitab tersebut dan melewati daerah Gasa.
Atas tuntunan malaikat Tuhan, Filipus juga berkesempatan untuk bertemu dengan sida-sida.Kondisi Gasa memberi keuntungan bagi Filipus karena kesunyian daerah itu sehingga pengawalan bagi seorang pembesar seperti sida-sida tidak terlalu ketat, sehingga tanpa ragu-ragu Filipus mendekati kereta dimana sida-sida sedang membaca gulungan kitab Yesaya.
Sampai pada bagian, ini perlu melihat beberapa hal penting:
1. Sida-sida adalah orang Etopia, ia bukanlah seorang Kristen tetapi ia pergi ke Yerusalem untuk beribadah (ayat 27). Sida-sida menempuh perjalanan 200 mill (Etopia-Yerusalem) untuk beribadah kepada Allah yang tidak ia imani.
Teladan luar biasa yang dicontohkan oleh seorang bukan Kristen yaitu mampu menempuh perjalanan jauh untuk mempelajari kitab suci.
Jika kita membandingkan dengan kehidupan kekristenan saat sekarang ini, mungkin sedikit berbanding terbalik.
Orang Kristen masa kini (entah sedikit atau banyak), yang sudah menjadi Kristen dari rahim ibu, sering melupakan kewajibannya untuk beribadah.
Kerinduan menghampiri hadirat Tuhan sering dibatasi oleh pekerjaan yang terus dilakukan pada jam-jam kebaktian minggu atau pada saat-saat ibadah.
Teladan seorang sida-sida dalam merindukan firman Tuhan membuat iarela menempuh perjalanan 200mill.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pendeta-maria-monalisa.jpg)