Sidang Kasus Mete Pengusaha India Sreejith, Hakim PN Larantuka Berikan Putusan Lepas

ihaknya dapat mempertahankan argumentasi hukum bahwa kasus ini merupakan kasus perdata.

Sidang Kasus Mete Pengusaha India Sreejith, Hakim PN Larantuka Berikan Putusan Lepas
POS KUPANG/ISTIMEWA
Fransisco Bernando Bessi, SH.,MH 

Sidang Kasus Mete Pengusaha India Sreejith, Hakim PN Larantuka Berikan Putusan Lepas 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Hakim Pengadilan Negeri Larantuka membebaskan atau memberikan putusan lepas (onslag van recht vervolging) kepada terdakwa Sreejith Shreedaran Pillai (38) alias Sreejith dalam sidang putusan yang dilaksanakan di PN Larantuka pada Kamis (12/9/2019). 

Dalam sidang tersebut, majelis hakim yang terdiri dari hakim ketua Marclino G.S, SH.,M.Hum., beserta hakim anggota Ahmad Ihsan Amri SH dan Seppin Leiddy Tanuab SH membacakan putusan nomor 49/Pid.B/2019/PN Lrt yang memutus terdakwa Sreejith melakukan perbuatan yang didakwakan tetapi bukan merupakan tindak pidana. 

Dalam putusan tersebut, juga hakim melepaskan terdakwa Sreejith dari segala tuntutan hukum dan dibebaskan dari tahanan. 

Hadir dalam sidang tersebut jaksa penuntut umum yang terdiri dari jaksa Joko Pramudhiyanto SH, MH dan Ganda Sari Simanjuntak SH MH.

Kuasa Hukum terdakwa Sreejith, Fransisco Bernando Bessi, SH, MH menilai bahwa putusan yang dihasilkan oleh majelis hakim PN Larantuka ini telah mencerminkan rasa keadilan masyarakat.

"Putusan ini adalah cerminan rasa keadilan yang sesungguhnya karena sejak awal kasus ini terlalu dipaksakan oleh penyidik Polda NTT," ujarnya kepada POS-KUPANG.COM pada Kamis (12/9/2019) malam.

Pengacara dari kantor pengacara/mediator  Fransisco Bernando Bessi, SH, MH & partners ini mengatakan bahwa pihaknya dapat mempertahankan argumentasi hukum bahwa kasus ini merupakan kasus perdata. 

"Kami mampu mempertahankan argumentasi hukum bahwa kasus penjualan jambu mete tersebut murni merupakan ranah perdata bukan pidana, hal tersebut bersesuaian dengan pertimbangan hukum Majelis Hakim yg memutuskan kasus ini," ujar pengacara yang juga merupakan atlet Taekwondo nasional ini.

Ia mengatakan bahwa fakta fakta tersebut telah pihaknya sampaikan dalam nota pembelaan / pledoi perkara pidana nomor 49.Pid.B/2019/PN Lrt ini.

Sreejith dilaporkan ke Polda NTT oleh Ramachandran Dineshp pada 6 Februari 2018 dengan nomor laporan LP No./B/56/II/2018 tanggal 6 Februari 2018.

Resmi Datang ke Indonesia, Inilah Bocoran Harga dan Spesifikasi Oppo A9 2020, Kepoin yuk!

Soal Kasus Dugaan Malpraktek di RS Leona, Penyidik Polres Telah Periksa Lima Orang

Shreejith dibebaskan demi hukum pada Jumat (5/4/2019) setelah ditahan oleh Polda NTT selama 20 hari sejak 6 Februari 2019 hingga 25 Februari 2019, kemudian diperpanjang penahanannya oleh Kejaksaan Tinggi NTT selama 40 hari sejak 26 Januari 2019 hingga 6 April 2019 berdasarkan surat perintah pengeluaran tahanan Nomor SPPT/07a/IV/2019/Direskrimum Polda NTT yang ditandatangani Direskrimum Polda NTT Kombes Pol Yudi A.B Sinlaloe SIK. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong h)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved