Kepala BMKG Kupang Apresiasi Sekolah Lapang Geofisika

soal bagaimana suatu daerah terjadi bencana. Ada kepanikan yang luar biasa karena masing-masing orang akan menyelamatkan diri.

Kepala BMKG Kupang Apresiasi Sekolah Lapang Geofisika
POS KUPANG/EDY HAYONG
Peserta diskusi Sekolah Lapang Geofisika yang di Hotel Aston Kupang, Rabu (11/9/2019) 

Kepala BMKG Kupang Apresiasi Sekolah Lapang Geofisika

POS-KUPANG.COM I KUPANG---Kepala BMKG Kupang, Robert Owen Wahyu, mengapresiasi positif terhadap pelaksanaan  Sekolah Lapang Geofisika.

Kegiatan selama dua hari (10-11 September) mengambil tema :"Kota Kupang Siap dan Tanggap Bencana Gempa bumi dan Tsunami" ini diharapkan  kedepan para pihak terkait tetap komitmen dalam menyelamatkan nyawa manusia dari bencana di Kota Kupang khususnya dan NTT umumnya.

Robert Owen menyampaikan hal ini ketika menutup kegiatan Sekolah Lapang Geofisika di Hotel Aston Kupang, Rabu (11/9/2019).

Kegiatan yang difasilitasi BMKG Kupang ini melibatkan unsur terkait seperti BPBD Provinsi NTT dan Kota Kupang, kalangan media, tokoh agama, pihak kelurahan, pihak kesehatan dan TNI-Polri, ORARI, pihak sekolah, SKPD terkait lainnya.

Robert mengilustrasikan soal bagaimana suatu daerah terjadi bencana. Ada kepanikan yang luar biasa karena masing-masing orang akan menyelamatkan diri.

Terhadap situasi ini maka peran pihak terkait yang mengurus kebencanaan untuk siaga dan sigap selalu.

Dijelaskannya, secara pribadi dan institusi BMKG merespon positif kehadiran para pihak dalam berdiskusi mengenai kebencanaan terutama gempa bumi dan tsunami.

"Saya sangat apresiasi terhadap kegiatan Sekolah Lapang Geofisika ini. Saya kira ini kegiatan sangat baik dan kedepan tetap berlanjut. Harapan saya,  kolaborasi dan komitmen bersama untuk kita kerja selamatkan manusia dari bencana," kata Robert.

Dalam dua hari kegiatan ini, pada Selasa (10/9/2019), pihak panitia menghadirkan beberapa nara sumber kebencanaan memaparkan materi.

Sementara di hari kedua, Rabu (11/9/2019), peserta di bagi dalam enam kelompok yakni kelompok BPBD, kelompok masyarakat, kelompok sekolah, kelompok Media, kelompok SKPD dan kelompok aparat keamanan TNI-Polri.

Tiap kelompok berdiskusi soal peran dan tugasnya dalam hal mengatasi bencana. Pada bagian akhir kegiatan diputarkan simulasi kebencanaan mulai dari informasi awal tentang gempa bumi yang dampak ikutannya pada tsunami.

Kelompok diberikan kesempatan untuk mengambil peran ketika terjadi bencana. Tiap kelompok harus saling berkolaborasi informasi menangani situasi bencana yang terjadi secara cepat itu.

Bank BUMN Bobol Rp 1,6 Miliar, Pelakunya Mahasiswa, Ngaku Belajar dari Aplikasi di Internet

10 Penyebab Anda Sering Lupa, Nomor 2 dan 3 Butuh Komitmen Untuk Tobat

Tiap kelompok kemudian memberikan masukan sebagai rekomendasi bersama dan dibuatkan grup kebencanaan dibawa tanggung jawab BMKG dalam menginformasikan setiap gejala gempa.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved