AMPERA : Target Kegiatan Penjarangan Jambu Mete Inkonsisten dengan RPJMD Kabupaten Flores Timur

Dalam Rancangan APBD Kabupaten Flores Timur Tahun 2018 program tersebut mengalami penyesuaian dari Rp. 1.734.310.850 menjadi Rp. 1.583.975.000.

AMPERA : Target Kegiatan Penjarangan Jambu Mete Inkonsisten dengan RPJMD Kabupaten Flores Timur
POS KUPANG/RYAN NONG
Aktivis Ampera Kupang saat aksi mendesak pengusutan dugaan korupsi Kabupaten Flores Timur di Kantor Kejati NTT.

AMPERA : Target Kegiatan Penjarangan Jambu Mete Inkonsisten dengan RPJMD Kabupaten Flores Timur

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Hasil analisis Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Flores Timur terhadap dokumen perencanaan pembangunan Kabupaten Flores Timur menemukan adanya inkonsistensi dalam target dan pelaksanaannya.  

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Flores Timur, dokumen penganggaran dan dokumen Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD) Kabupaten Flores Timur tahun 2018 ditemukan adanya inkonsistensi pelaksanaannya dengan target dalam RPJMD.

Hal demikian disampaikan oleh Anggota AMPERA Flores Timur, Leonardus Geko ketika menemui redaksi POS-KUPANG.COM pada Rabu (11/9/2019) di Kupang.

"Hasil kegiatan penjarangan jambu mete yang dijelaskan oleh Wabup Agus Boli ialah soal luas lahan (Ha), hal tersebut inkonsisten dengan target program peningkatan produksi tanaman perkebunan dalam RPJMD yakni jumlah produksi tanaman perkebunan (kg - ton)," ujar Leonardus.

Kegiatan Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete merupakan salah satu turunan dari Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan pada Urusan Pilihan Pertanian, yang secara teknis dikelola oleh Dinas Pertanian Kab. Flores Timur. 

Dalam RPJMD Kabupaten Flores Timur, target Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan adalah jumlah produksi perkebunan jambu mete, namun dalam ILPPD tahun 2018 menyajikan terlaksananya perluasan pemangkasan dan penjarangan jambu mete seluas 808,75 Ha.

Produksi dalam pertanian adalah hasil dari keseluruhan atau jumlah total lahan pertanian yang dipanen, sedangkan produktivitas dalam pertanian adalah hasil persatuan atau satu lahan yang panen dari seluruh luas lahan yang dipanen.

"Kegiatan penjarangan jambu mete sebagai penjabaran dari program peningkatan produksi ya bukan produktivitas, semestinya menggambarkan  target peningkatan jumlah hasil produksi bukannya pada luas lahan. Hal ini mengkonfirmasi ketidakjelasan perencanaan Dinas Pertanian Flores Timur yang dipertontonkan pada rapat Gabungan Komisi DPRD tanggal 29 November 2017," kritik Leonardus.

Dalam Rancangan APBD Kabupaten Flores Timur Tahun 2018 program tersebut mengalami penyesuaian dari Rp. 1.734.310.850 menjadi Rp. 1.583.975.000.

Untuk Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete  senilai Rp. 972.089.500 tidak mendapat persetujuan dalam Rapat Gabungan Komisi DPRD Kabupaten Flores Timur oleh karena kesalahan perencanaan dari Dinas Pertanian.

"Pada tahap pembahasan anggaran Dinas Pertanian, anggaran untuk kegiatan penjarangan mete senilai Rp. 972 juta didrop  karena kesalahan perencanaan sebagaimana diakui oleh Kepala Dinas Pertanian Anton Wukak Sogen. 

Kemudian pada tahap penyerasian tingkat gabungan komisi, persetujuan bersama Rancangan APBD Kab. Flotim Tahun 2018 dan Evaluasi Ranperda APBD Kab. Flores Timur Tahun 2018 ke Gubernur NTT, kegiatan tersebut tidak terakomodir dalam RAPBD Kab. Flotim tahun 2018. 

Janjikan Paket Fisik Dana Desa, Oknum Bendahara Desa Fotilo Minta Uang Ke Kontraktor

10 Penyebab Anda Sering Lupa, Nomor 2 dan 3 Butuh Komitmen Untuk Tobat

"Pada tanggal 22 Desember 2017, Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Ranperda APBD  Kab. Flotim Tahun 2018, Badan Anggaran DPRD Kab. Flores Timur dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)  Kab. Flotim memasukan kembali Kegiatan Peremajaan, Pemangkasan dan Penjarangan Jambu Mete senilai Rp. 5.590.000.000 dalam APBD Kab. Flores Timur Tahun 2018," beber Leonardus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved