Wisatawan Senang Sabu Yang Masih Original

sudah mengunjungi hutan mangrove, sunset Lede Ana, Desa Adat Namata, Pantai Napae, Pantai Kepo dan Pantai Rae Mea.

Wisatawan Senang Sabu Yang Masih Original
POS KUPANG/GERADUS MANYELA
Deby Caralia (kiri) wisatawan asal Ternate

Wisatawan Senang Sabu Yang Masih Original

POS-KUPANG.COM| SEBA---Wisatawan yang menghadiri dan menikmati pesona wisata dalam rangkaian acara Jelajah Pesona dan Festival Kelabba Madja senang karena Sabu masih original.

Kondisi itu perlu dipertahankan karena tidak didapatkan di kota-kota besar seperti Jakarta.

Keindahan alam dan budaya yang masih asli harus tefap dijaga dipelihara dan diledtarikan, tidak boleh terpengaruh dengan modernisasi seperti Amerika.

Pesan ini disampaikan Ny. Naning Adiwoso asal Jakarta, Deby Caralia asal Ternate, Nona Cintya asal Jakarta, Guntur Budiaksa asal Tangerang, Nur Aisyah asal Surabaya, Nanik Setyawan asal Semarang saat ditemu di Pantai Kepo, Kecamatan Sabu Liae dan Pantai Rae Mea, Kecamatan Sabu Timur, Selasa (10/9/2019).

"Saya senang, langit dan laut biru orangnya ramah, toiletnya bersih, dedtinadinya original jalan sudah baik tapi perlu ditingkatkan, tarian pado'a yang asli dan tamu diikutsertakan, anak-anak mengenakan kain tenun yang madih asli, "tutur Ny. Naning.

Naning berharap masyarakat tetap menjaga kebersihan dan kelestarian alam dan budayanya. Nining mengaku happy selama di Sabu.

Ny. Deby mengaku mendapat informasi Festival Kelabba Madja dari teman dan follow akun Ayo ke Sabu Raijua dan dirinya tertarik untuk datang ke Sabu seorang diri.

Deby mengaku bangga debgan keindahan alam dan budaya di Sabu dan NTT. Sebelumnya Deby pernah ke Labuan Bajo menyaksikan komodo dari jarak dekat.

Dari pengalaman ke Labuan Bajo, dirinya berani datang ke Sabu dan menemukan surga tersembunyi. Dia mengaku sudah mengunjungi hutan mangrove, sunset Lede Ana, Desa Adat Namata, Pantai Napae, Pantai Kepo dan Pantai Rae Mea.

Senior Tourist Guide, Mesakh Toy yang sering mengantar wisatawan manca negara asal Jerman ke Sabu mengatakan, umumnya para tamu puas dengan alam dan kampung adat yang masih murni, alami, original.

Para wisatawan berharap aset wisata ini harus tetap diledtarikan Sapta Pesona Wisata yang dikampanyekan Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke, Sabu Aman Tertib, Bersih, Sejuk Indah, Ramah tamah dan Kenangan harus tetap teguh dilaksanakan.

Mesakh mengatakan, tarian pado'a yang di tampilkan di pantai Rae Mea bisa diuangkan tapi harus dikemas dalam bentuk paket wisata dan sanggar-sanggar harus selalu siap kapan saja.

Oyan Kristian, Owner dan Managing Director PT. Flores Komodo Tours yang membawa tamu dari berbagai kota dan negara mengaku tamunya senang dengan alam dan budaya Sabu yang masih asli.

Kelabba Madja Branding Wisata Sabu

Kejati NTT Limpahkan Kasus Korupsi NTT Fair

Dia berharap keaslian itu tetap dipertahankan dan dilestarikan dan pemerintah harus menggandeng pelaku pariwisata dan media massa mempromosikan kekayaan alam dan budaya Sabu ke luar agar banyak orang datang ke pulau sejuta lontar ini. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Geradus Manyela)

Penulis: Gerardus Manyela
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved