Guru SMAN 1 Ende Senang Kenakan Sarung Adat, Simak Infonya

Guru SMAN 1 Ende senang mengenakan sarung adat karena menurut mereka dengan mengenakan sarung adat setidaknya sebagai upaya penghargaan akan kearifan

Guru SMAN 1 Ende Senang Kenakan Sarung Adat, Simak Infonya
istimewa
SARUNG/Para Guru Di SMAN 1 Ende Mengenakan Sarung Adat 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---Guru SMAN 1 Ende senang mengenakan sarung adat karena menurut mereka dengan mengenakan sarung adat setidaknya sebagai upaya penghargaan akan kearifan lokal juga berdampak secara ekonomi bagi para pengerajin sarung adat.

Kepala Sekolah SMAN 1 Ende, Yohanes A Minggu, Spd mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com,Rabu (11/9/2019) saat ditemui di sekolah.

Yohanes mengatakan bahwa pengunaan sarung adat oleh para guru di SMAN 1 Ende berdasarkan instruksi Gubernur NTT, Victor Laiskodat yang mewajibkan kepada semua SKPD maupun sekolah dalam lingkup Provinsi NTT wajib mengenakan sarung adat setiap hari Selasa dan Jumat tiap pekan.

“Untuk diketahui bahwa SMK dan SMA saat ini menjadi tanggungjawab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT maka SMAN 1 Ende yang berada dibawah tanggungjawab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT tentu mengikuti apa yang diperintahkan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT termasuk ketentuan untuk mengenakan sarung adat,”kata Yohanes.

Yohanes mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT dengan mewajibkan para guru dan pegawai untuk mengenakan sarung adat pada hari-hari tertentu setiap minggu.

“Saya rasa tidak masalah ketika mengenakan sarung adat. Biasa-biasa saja sama seperti kita mengenakan pakain dinas harian,”kata Yohanes.

Yohanes bahkan berharap suatu saat bukan hanya para guru dan pegawai yang diwajibkan mengenakan sarung adat namun juga para siswa sehingga dengan demikian dapat menimbulkan rasa cinta siswa dengan pakain ataupun sarung adat.

Info Terkini Batas Akhir Fabiano Beltrame Memperkuat Persib Bandung di Putaran Kedua, Dilepas?

“Kalau saat ini baru sebatas para guru dan pegawai mungkin suatu saat juga para siswa namun itu tergantung dari kebijakan dari Pemerintah Provinsi NTT,”kata Yohanes.

Yohanes mengatakan bahwa sarung yang dikenakan oleh para guru dan pegawai merupakan sarung asli dari Provinsi NTT bisa dari kabupaten mana saja.

“Biasanya saya mengenakan sarung adat dari Kabupaten Ende namun untuk hari ini saya mengenakan sarung dari Sabu yang kebetulan di rumah ada maka saya kenakan sarung dari Sabu,”kata Yohanes.

Terkait dengan penggunaan sarung pada jam sekolah menurut Yohanes pada saat awal memang terkesan rumit namun demikian setelah terbiasa maka hal itu justru menjadi hal yang biasa saja sehingga tidak menjadi masalah bagi para guru dan pegawai pada saat melakukan kegiatan di sekolah.

Menurut Yohanes penggunaan sarung adat tidak saja sebagai bentuk apresiasi dan kecintaan akan budaya lokal namun juga berdampak secara ekonomi bagi para pengerajin sarung adat karena mereka bisa menjual sarung adat kepada para guru dan pegawai tidak saja di SMAN 1 Ende namun di seluruh wilayah NTT.  (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved