Penyebab Tingginya Angka ODHA di Kota Kupang, Ini Pandangan Ketua Komunitas TeBeRK

Penyebab tingginya angka ODHA di Kota Kupang, ini pandangan ketua komunitas TeBeRK Narwati Adonis

Penyebab Tingginya Angka ODHA di Kota Kupang, Ini Pandangan Ketua Komunitas TeBeRK
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Ketua Komunitas Teman Belajar Remaja Kupang (TeBeRK) Kota Kupang, Narwati Adonis 

Penyebab tingginya angka ODHA di Kota Kupang, ini pandangan ketua komunitas TeBeRK Narwati Adonis

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kurangnya sosialisasi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi ( HKSR) menjadi salah satu penyebab tingginya angka ODHA di Kota Kupang, Selasa (10/9/2019).

Demikian disampaikan Ketua Komunitas Teman Belajar Remaja Kupang ( TeBeRK) Kota Kupang, Narwati Adonis ketika dihubungi POS-KUPANG.COM Selasa sore.

Pangdam IX Udayana Pimpin Apel Acara Pelepasan Satgas Pamtas RI-RDTL, Apresiasi Prestasi Satgas

"Kecenderungan tingginya angka ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS) karena kurangnya sosialisasi terkait HKSR. Nah, ketika seseorang kurang mengetahui informasi dasar terkait HKSR maka secara tidak langsung akan berpengaruh pada perilaku atau pola hidupnya. Contohnya, melakukan perilaku-perilaku beresiko seperti seks bebas," jelasnya.

Menurutnya, jika seseorang jika tidak mengetahui informasi bahaya dari melakukan seks bebas, maka akan beresiko terinfeksi HIV AIDS maupun Infeksi Menular Seksual (IMS).

Dikatakannya, seks bebas dan sering berganti pasangan merupakan jendela bagi seseorang, terlebih pandangan anak muda Kota Kupang yang menganggap seks merupakan hal yang lumrah dalam pergaulan hidup.

Wisatawan Senang Sabu Masih Original

"Memang kita tidak melarang seseorang melakukan hubungan seks, akan tetapi ada batasan-batasan yang harus diketahui bahwa Ketika melakukan hubungan seks harus menggunakan kondom sehingga tidak tertular HIV AIDS maupun IMS," ungkapnya.

Sebagai komunitas dibawah naungan LSM Institusi Hak Asasi Perempuan (IHAK), lanjut Narwati, pihaknya konsisten isu HKSR.

"Jadi anggota TeBeRK anak muda kategori umur 15--24 tahun, merupakan remaja ragam identitas yang membahas isu Hak Kesehatan Seksual dan reproduksi. ODHA masuk dalam isu yang kami bicarakan," ujar mahasiswi semester V Stikes Nusantara Kupang ini.

Narwati menjelaskan, jika menemukan ODHA, pihaknya akan mengarahkannya ke Yayasan Tanpa Batas (YTB) atau ke pusat layanan kesehatan seperti puskesmas.

Selain itu, pihaknya juga selama tiga tahun terakhir ini konsisten melakukan edukasi kepada masyarakat dengan melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah dan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesadaran terkait HKSR.

"Saya berharap, kesadaran dari masyarakat terlebih remaja untuk mengakses layanan kesehatan dan menganggap pentingnya melakukan VCT. Sehingga kita dapat mencegah penularan HIV-AIDS dan mengetahui para pengidap HIV-AIDS di Kota Kupang," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved