Kejari TTU Segera Limpahkan Berkas Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur

Pihak Kejari TTU di Kefamenanu Segera Melimpahkan Berkas Kasus Persetubuhan Anak dibawah umur

Kejari TTU Segera Limpahkan Berkas  Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kajari Kabupaten TTU, Bambang Sunardi, SH,.MH 

Pihak Kejari TTU di Kefamenanu Segera Melimpahkan Berkas Kasus Persetubuhan Anak dibawah umur

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Pihak Kejaksaan Negeri ( Kejari) Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU) segera melimpahkan berkas perkara kasus persetubuhan anak dibawah umur ke Pengadilan Negeri Kefamenanu.

Berkas kasus persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh Kepala Desa Sungkaen, Siprianus Kolo tersebut segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kefamenanu pada pekan depan.

"Untuk pelimpahan berkas perkara kasus persetubuhan anak dibawah umur ke pengadilan palingan pekan depan," jelas Kajari TTU, Bambang Sunardi kepada Pos Kupang saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/9/2019).

Suami Gelap Mata Lalu Cekik Istri Gara-gara Tak Ada Lauk Saat Mau Makan

Bambang mengungkapkan, pihaknya juga telah menahan tersangka kasus persetubuhan anak dibawah umur Siprianus Kolo pada saat pelimpahan tahap dua dari penyidk Polres TTU beberapa waktu yang lalu.

"Kita sudah tahan tersangkanya, dan sekarang kita akan limpahkan berkas perkara kasus tersebut ke pengadilan. Palingan Minggu depan," ungkapnya.

Diberitakan media ini sebelumnya, salah seorang oknum Kepala Desa Sungkaen di Kecamatan Bikomi Ninulat, Kabupaten TTU, terbukti melakukan tindakan persetubuhan anak dibawah umur.

Inilah Kronologi Lengkap hingga Fakta Kecelakaan Bus Mira Nganjuk vs Toyota Innova, 3 Orang Tewas

Anak dibawah umur tersebut diketahui berinisial YN dan saat ini telah berumur 17 tahun. Sedangkan pelaku persetubuhan bernama Siprianus Kolo, salah satu oknum kepala desa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini menyebutkan kasus persetubuhan itu terjadi sekitar tiga tahun lalu tepatnya pada tahun 2016. Pada saat itu, YN disetubuhi oleh Siprianus Kolo sebanyak tiga kali.

Tak tau malu, oknum kades mesum itu, melakukan perbuatan tak terpuji itu di rumah jabatan kepala desa. Atas perbuatan tak terpuji tersebut, korban akhirnya mengandung anak hasil hubungan gelapnya bersama oknum kades yang seharusnya menjadi pengayom bagi YN.

Saat usia kehamilan memasuki tujuh bulan, oknum kades mesum itu lalu meminta kepada YN untuk menggugurkan janin di dalam kandungannya itu. Hal itu dilakukan lantaran merasa malu dengan masyarakat setempat.

Merasa malu dan tak puas dengan perbuatan oknum sang kades, YN akhirnya melaporkan kejadian yang menimpa dirinya itu kepada pihak kepolisian di Polres TTU pada, Rabu (27/2/2019). (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved