Minggu, 10 Mei 2026

Puntung Rokok Hanguskan Ratusan Hektare Lahan, Begini Kronologinya

Akibat puntung rokok hanguskan ratusan hektare lahan, begini kronologinya

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID
Tribun Lampung/Ade Irawan 

POS-KUPANG.COM | LIWA - Akibat puntung rokok hanguskan ratusan hektare lahan, begini kronologinya. Kebakaran lahan gambut di Kecamatan Suoh, Lampung Barat menghabiskan sekitar 100 hektare tumbuhan ilalang, pada Minggu (8/9/2019).

Lahan gambut itu berada di sekitar Danau Asam yang masuk wilayah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Api diduga akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh oknum saat berkunjung ke lokasi tersebut.

Pelatih Perseru Badak Lampung Ternyata Tunggu Bek Persib Bandung di Putaran 1 Liga 1 2019, Ini Dia

Peratin Pekon Sukamarga, Ahim Abdiani membenarkan adanya kejadian kebakaran yang menghabiskan belukar ilalang di sekitar Danau Asam tersebut.

Setelah mendapatkan informasi adanya kebakaran belukar ilalang tersebut, pihaknya langsung menuju lokasi.

Hal itu dilakukan untuk melakukan upaya pemadaman. Ahim mengungkapkan, pihaknya ke lokasi bersama pihak TNBBS, Satgas Penangulangan Bencana Tingkat Pekon, Polisi Kehutanan, Babinsa, dan warga, serta pihak terkait lainnya.

Terkait Kerusuhan Papua, Polisi Ungkap Veronika Koman Ada di Negara Tetangga

Menurut Ahim, kebakaran diduga terjadi pada pukul 15.15 WIB.

"Kebakaran itu diketahui sekitar pukul 15.15 WIB dan hingga sore ini api belum bisa kita padamkan."

"Api terus membesar serta merembet ke bagian dalam," ucap Ahim Abdiani, Minggu (8/9/2019).

"Kita bersama TNBBS, Satgas PB pekon dan masyarakat setempat melakukan upaya pemadaman dengan cara manual menggunakan selang, tank semprotan, dan alat seadanya."

"Upaya lainnya yang dilakukan yaitu dengan melakukan penyekatan, di mana di lokasi belukar yang belum terbakar dibersihkan agar api tidak merembet meluas," lanjutnya.

Kronologi Kebakaran

Saksi mata Busron warga Sukamarga mengatakan, api tiba-tiba membakar ilalang.

Api merambat secara cepat. "Api tiba-tiba saja, dan sangat cepat merembet. Mungkin karena musim kemarau yang membuat ilalang kering itu mudah terbakar," jelas Busron, kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (8/9/2019).

Sementara, Kepala Resort TNBBS Suoh, Sulki mengatakan, sampai sore hari api terus membesar dan merembet ke bagian lainnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved