Pengusaha Kecil GAPENSI Keluhkan soal IMB

Gabungan Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (GAPENSI) NTT menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) IX di Palacio Ballroom Aston Hotel Kupan

Pengusaha Kecil GAPENSI Keluhkan soal IMB
Pos Kupang.Com/Yen
MUSDA -- Musyawarah Daerah (MUSDA) IX Gabungan Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (GAPENSI) NTT di Palacio Ballroom Aston Hotel Kupang, Kamis (5/9/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rahmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Gabungan Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (GAPENSI) NTT menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) IX di Palacio Ballroom Aston Hotel Kupang, Kamis (5/9/2019).

Ketua DPD GAPENSI NTT, Ir E Hidayat Hanas, pada Pembukaan MUSDA IX menyampaikan MUSDA ini menunjukkan bahwa GAPENSI NTT sangat konsisten menjalankan konstitusi serta teruji dalam berbagai tantangan. Sejak berdiri tahu 1978 yang lalu, GAPENSI ANTT selalu memiliki jumlah anggota terbanyak, bahkan pernah mencapai 4.500 anggota.

Berdasarkan data dari LPJK, menunjukkan bahwa 2018 ini ada 1.474 badan usaha dari 2.885 badan usaha jasa pelaksana konstruksi maupun konsultan.

"Data ini berarti kita masih punya anggota 52 persen di NTT yang memiliki kredibelitas dan integritas baik, sehingga memperoleh tingkat percayaan yang tinggi," ujarnya.

Ia mengatakan peran dan konstribusi pengusaha jasa konstruksi dalam rangka menunjang usaha dan daya beli masyarakat serta meningkatkan ketahanan ekonomi nasional maupun daerah telah sejalan dengan program pembangunan infrastruktur pemerintah provinsi NTT.

Khususnya dalam bidang pariwisata dan kesejahteraan rakyat, sebagaimana tertuang dalam visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT "NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera"
GAPENSI, lanjutnya, sebagai asosiasi perusahaan jasa konstruksi tertua telah bertekad menjadi mitra pemerintah dalam seluruh pembangunan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat.

"Sebagai masyarakat konstruksi marilah dengan sekuat kemampuan sikap dan profesional. Kita berupaya mewujudkan cita-cita mulia pemerintah yang sedang giat melaksanakan pembangunan agar pertumbuhan ekonomi NTT bisa dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Diakuinya banyak pengusaha kecil-kecil di daerah mengalami kesulitan karena regulasi. Untuk itu membutuhkan perhatian pemerintah daerah. Salah satunya berdasarkan laporan dari kabupaten dalam mengurus ijin usaha jasa konstruksi, dimana harus memiliki IMB.

"Sedangkan pengusaha kecil yang SITU-nya di kampung-kampung dengan rumah tahun 70-an mana ada IMB. Mungkin hal-hal seperti ini bisa disampaikan. Karena kebanyakan pengusaha yang kecil-kecil makin lama makin tertekan. Padahal sebenarnya perusahaan adalah aset daerah, kalau kita bina pupuk kembangkan maka akan berdampak pada pertumbuhan ekonoi daerah," ujarnya.(*)

Ini Bek Asing Baru asal Brasil yang Akan Dipasok Persela Lamongan, Posisi Amevor Terancam?

Membuat Kiper Persib Cedera Parah,Ini Karma Pemain Persija, Diputus Kontrak dan Gaji Belum Dibayar?

Instagram Bomber Persija Jakarta Bruno Matos Malah Diserbu Bonek Kabar Merapat ke Persebaya Surabaya

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved