Tiga Puluh Desa dan Kelurahan di Sumba Timur Ditetapkan Bupati Menjadi Lokus Intervensi Stunting

Tim ini sudah melaksanakan proses analisa situasi stunting, menyusun rencana kegiatan dan melaksanakan rembug stunting.

Tiga Puluh Desa dan Kelurahan di Sumba Timur Ditetapkan Bupati Menjadi Lokus Intervensi Stunting
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Kegiatan kampanye pencegahan Stunting di Puskesmas Pandawai. 

Tiga Puluh Desa dan Kelurahan di Sumba Timur Ditetapkan Bupati Menjadi Lokus Intervensi Stunting

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--- Bentuk keseriusan pemerintah dalam upaya pencegahan stunting di Sumba Timur, dengan sudah membentuk Tim Koordinasi Penanganan dan Pengendalian Stunting yang diketuai oleh Kepala Bappeda Kabupaten setempat. 

Tim ini sudah melaksanakan proses analisa situasi stunting, menyusun  rencana kegiatan dan melaksanakan  rembug stunting.

  Dari hasil kajian Tim tersebut maka ditetapkan 30 desa dan kelurahan yang menjadi lokus intervensi stunting sesuai keputusan Bupati Sumba Timur Nomor 450 / Bappeda.140 / 450 / VIII/2019.

Demikian disampaikan bupati Sumba Timur dalam sambutanya sebelum membuka kegiatan Pelaksanaan Kampanye Pencegahan Stunting Tingkat Kecamatan Pandawai, Selasa (3/9/2019) dalam rilis yang dikirim pihak Dinkes Sumba Timur kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (4/9/2019). 
  
Gidion juga mengatakan, selain itu, dua buah Peraturan Bupati juga sudah dikeluarkan, yaitu tentang Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kabupaten Sumba Timur dan tentang Peran Kewenangan Desa dalam Intervensi Pencegahan dan Penanganan Stunting terintegrasi ditingkat desa.

"Kedua peraturan tersebut sudah membagi peran dan tanggungjawab mulai dari Perangkat Daerah, kecamatan, desa dan masyarakat Sumba Timur.  Maka saya minta kepada kita semua untuk kita pedomani aturan-aturan tersebut dengan tugas dan tanggung jawab kita demi menghasilkan Kabupaten Sumba Timur yang bebas Stunting tahun 2030 nanti,"pinta Gidion.

Gidion juga mengajak kepada semua pihak untuk bekerja sama dan sama-sama bekerja melakukan pencegahan stunting itu, mulai dari diri dan keluarga.

Mmulai dari sekarang dan mulai dari hal-hal yang kecil, mulailah dengan perilaku hidup bersih dan sehat, pola makan yang baik dan teratur, pola asuh yang baik, dan memastikan bahwa setiap ibu hamil di Sumba Timur harus selalu sehat.

BKD Ende Gelar Work Shop Bagi ASN Yang Hendak Pensiun

Duh, Elza Syarief Sebut Nama Syahrini Pasca Berseteru dengan Nikita Mirzani, Terlibat?

"Apabila kita sudah lakukan hal-hal ini, maka Sumba Timur tanpa stunting dapat kita capai,"pungkas Gidion. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved