Peneliti BPTP NTT Bentangkan 5 Inovasi Unggulan ke Petani di NTT

inovasi varitas unggul yang baru namanya NASA29. Inovasi double track (rel ganda), inovasi satu lubang satu biji jagung.

POS KUPANG/EDY HAYONG
Petani dan Kepala BPTP NTT juga para peneliti foto bersama di Kawasan Inovasi Pertanian (Kawitan) jagung Poktan Amnekat di Oeteta, Senin (2/9/2019) 

Peneliti BPTP NTT Bentangkan 5 Inovasi Unggulan ke Petani di NTT

POS-KUPANG.COM I OELAMASI--Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTT dalam kegiatan lapangan bersama petani jagung, membentangkan 5 inovasi unggulan ke petani di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lima inovasi unggulan khusus pengembangan jagung yakni,  inovasi varitas unggul yang baru namanya NASA29. Inovasi double track (rel ganda), inovasi satu lubang satu biji jagung. 

inovasi mengatasi ulat tentara dan  inovasi pencegahan terhadap hama bubuk.

Peneliti dari BPTP NTT (bukan penemu bibit jagung NASA29, RED) DR. Toni Basuki, M.Sc, menyampaikan hal ini di Kawasan Inovasi Pertanian (Kawitan) jagung Poktan Amnekat di Oeteta, Senin (2/9/2019). Kegiatan ini dibuka Kepala BPTP NTT Balitbangtan Kementan, Dr. Ir. Syamsuddin, M.Sc.

Menurut Dr. Tony, BPTP NTT selama ini sangat konsen dengan pengembangan jagung. Beragam inovasi baru akan langsung disosialisasikan ke petani melalui kawitan. Saat ini dua kawitan tengah berjalan yakni, di Desa Noelbaki dan di Oeteta.

Melalui Kawitan, petani juga peneliti dan penyuluh saling bertukar pikiran suatu tema apalagi menyangkut inovasi.

"Ada lima inovasi yang selalu diperkenalkan  soal jagung. Pertama, inovasi varitas unggul yang baru namanya NASA29. Kedua, inovasi double track (rel ganda). Ketiga, inovasi satu lubang satu biji jagung. Keempat, inovasi mengatasi ulat tentara yang sedang masuk ke Indonesia dan Kelima, inovasi pencegahan terhadap hama bubuk," kata Tony.

Untuk diketahui, Kawitan Poktan Amnekat-Desa Oeteta, komponen teknologi didalamnya, varietas unggul baru, sistem tanam double track, jarak tanam 100 cm x 40 cm x 20 cm, 1 biji perlubang tanam, pemupukan berimbang (NPK dan urea), dosis, 200 kilogram urea/hektar.

Bentuk tata tanam Rel ganda (double track) dalam budidaya jagung yakni, dalam rel 40 centimeter, jarak antar tanam dalam track 20 cm, 1 biji perlubang, antar rel 100 cm, jarak antar rumpun tanaman dalam track 40 cm.

Hasil inovasi baru pengembangan jagung hibrida NASA29 ini merupakan hasil temuan Dr. Muh Azrai peneliti Balisereal di Maros, Sulawesi Selatan.

Simak Jadwalnya, Hari Ini Ada Pelayaran Kapal Pelni ke Balikpapan

Hari Ini Ada Kapal Feri Berlayar ke Larantuka Kabupaten Flotim, Ini Jadwalnya!

BPTP NTT memandang penting melihat keunggulan hasil temuan ini untuk dimasyarakatkan di petani yang ada di NTT.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved