Rabu, 6 Mei 2026

Sosok Murad Ismail, Gubernur Maluku Yang Nyatakan Perang pada Menteri Susi Pudjiastuti

Sosok Murad Ismail, Gubernur Maluku Yang Nyatakan Perang pada Menteri Susi Pudjiastuti

Tayang:
Editor: Hasyim Ashari
DOK KOMPAS.COM/TRIBUNNEWS.COM
Sosok Murad Ismail, Gubernur Maluku Yang Nyatakan Perang pada Menteri Susi Pudjiastuti 

Sosok Murad Ismail, Gubernur Maluku Yang Nyatakan Perang pada Menteri Susi Pudjiastuti

POS-KUPANG.COM - Sosok Murad Ismail, Gubernur Maluku Yang Nyatakan Perang pada Menteri Susi Pudjiastuti

Gubernur Maluku Murad Ismail menyatakan perang ke Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Gubernur Murad Ismail menilai kebijakan moratorium yang diberlakukan Susi Pudjiastuti telah merugikan Maluku.

"Ini supaya kalian semua tahu. Kita perang,” ujar Murad Ismail saat menyampaikan sambutannya dalam acara pengambilan sumpah dan pelantikan penjabat sekda Maluku di kantor Gubernur Maluku, Ambon, Senin (2/9/2019).

Murad Ismail menjelaskan, setiap bulan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengangkut ikan dari perairan Arafura untuk diekspor.

Namun, Maluku tidak mendapatkan apa-apa dari ekspor itu.

ALHAMDULILLAH! Aulia Kesuma Mengaku Lega Setelah Bunuh Suami dan Anak Tirinya, Begini Reaksi Polisi

EDAN Sopir Berhubungan Badan di Pintu Angkot , Videonya Viral di WhatsApp (WA)

“Ibu Susi bawa ikan dari laut Arafura diekspor, tapi kita tidak dapat apa-apa.

Berbeda dengan saat sebelum moratorium di mana uji mutunya ada di daerah,” katanya.

Menurut Murad Ismail, sejak pemberlakuan moratorium oleh Susi, tercatat ada 1.600 kapal ke laut Aru.

Namun, tidak ada satu pun ABK asal Maluku yang dipekerjakan di kapal-kapal tersebut.

“Setiap bulan ada sekitar 400 kontainer ikan yang digerus dari Laut Aru kemudian diekspor yang juga dari luar Maluku,” ujar Murad Ismail.

Murad Ismail mengatakan, aturan 12 mil lepas pantai yang menjadi kewenangan pusat sangat merugikan Maluku.

Hal itu disebabkan nelayan Maluku tidak diperbolehkan melakukan penangkapan di zona tersebut.

"Katanya 12 mil lepas pantai itu punya pusat, suruh mereka bikin kantor di 12 mil lepas pantai.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved