Sabtu, 11 April 2026

Migrant Care: NTT Khas, Setiap Hari Ada Jenazah Buruh Migran, Endus Ada Mafia Besar Buruh Migran

Kepala Pusat Studi Migrasi Migrant CARE Anis Hidayah menjelaskan Nusa Tenggara Timur ( NTT ) khas sekali terkait dengan buruh migran

Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Hasyim Ashari
POS-KUPANG.COM
Migrant Care: NTT Khas, Setiap Hari Ada Jenazah Buruh Migran, Endus Ada Mafia Besar Buruh Migran 

Migrant Care: NTT Khas, Setiap Hari Ada Jenazah Buruh Migran, Endus Ada Mafia Besar Buruh Migran

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Hasyim Ashari

POS-KUPANG.COM - Kepala Pusat Studi Migrasi Migrant CARE Anis Hidayah menjelaskan Nusa Tenggara Timur ( NTT ) khas sekali terkait dengan buruh migran.

"NTT ini khas sekali. Tiap hari ada jenazah, ada mafia yang besar sekali. Jadi harus ada perlindungan terhadap hak-hak pekerja migran," kata Anis Hidayah dalam dikusi di Rumah Jabatan Wakil Bupati Lembata.

Perlindungan terhadap hak-hak migran asal NTT, khususnya Lembata itu menurut Anis Hidayah sangat penting karena moratorium dicabut November ini.

Fokus Lindungi Buruh Migran, Lembata Godok MoU Sister City dengan Nunukan

Gelar Festival Kencan Buku Fes II, Ini Harapan Komunitas Leko Kupang

20 Tahun Referendum, Apa Kabar Warga Timor Leste yang Mengungsi ke Timor Barat

"14 November tahun ini, moratorium ke Malaysia sudah dicabut. Kita harus mendorong desa, di mana ada buruh migran di dalamnya, harus berdiri desa buruh migran atau Desbumi. Ini jadi model untuk dikembangkan ke depan," tegas Anis Hidayah.

Karena itulah, dirinya berharap kerjasama antara Lembata dan Nunukan ( Kaltara ) segera terbangun.

"Ada agenda strategis yang harus dilakukan Lembata dan tidak boleh terlambat, karena komitmen dari Pergub Nomor 3 Tahun 2017. Terkait dengan Kantor Imigrasi dan Desa Buruh Migran. Desa dan provinsi punya mandat yang paralel untuk melindungi buruh migran," ujar Anis Hidayah.  

Menurutnya hal ini sangat tergantung dari komitmen lokal.

"Tidak hanya pemerintah desa, namun juga pemkab. Di antaranya terkait dengan anggaran dan lain-lain," tegas Anis Hidayah.

Paman Cabuli Keponakan Saat Istrinya Tak ada di Kos, Ceritanya Mengharukan

Gawat! Menurut BNPB : Kebakaran Hutan dan Lahan Terbanyak di NTT, Lihat Datanya

Festival Kalaba Madja Momentum Promosi Pariwisata Sabu Raijua

"Kenapa Sister City? Selama ini pola migrasi buruh migran melalui beberapa wilayah trasit. Ini model baru untuk menerangi jalan. Selama ini gelap semua. isinya calo, kecoa dan lain-lain. Ini untuk menerangi jalan dari Lembata, Nunukan hingga Malaysia," papar Anis Hidayah.

Menurutnya Sister City antara Lembata dan Nunukan sudah diinisiasi Migant Care.

"Mudah-mudahan tidak mundur lagi. Kami sudah koordinasi dengan Kadisnaker Kaltara. Warga NTT di sana banyak sekali. Entah yang berangkat atau yang dideportasi. Mereka yang dideportasi tidak lagi kembali ke NTT," imbuh Anis Hidayah.

Karena itulah, dirinya berharap agar Sister City ini terus dikawal dengan baik.

Festival Kalaba Madja Momentum Promosi Pariwisata Sabu Raijua

Rosita Merinding Lihat Tarian Soka Leu Festival 3 Gunung

Kesal Ibunya Elza Syarief Diomelin Nikita Mirzani, Poppy Kelly Unggah Ini, Malah Dilapor ke Polisi

"Harapan kami ini terus dikawal. saya senang dilibatkan dari sisi hukum dan sebagainya. Sehingga dari sini bisa lahir draft MoU," ucap Anis Hidahay.

Dia juga merasa senang karena dalam diskusi ini hadir para kepala desa sehingga bisa cerita tentang masyarakatnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved