Gara Gara Teriak Hal Ini Kornelis Ditahan Kejari Ende

Lino mengatakan bahwa penahanan Kornelis Feru oleh Kejaksaan Negeri Ende tidak memenuhi unsur subyektif dan obyektif hukum.

Gara Gara Teriak Hal Ini Kornelis Ditahan Kejari Ende
POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS
Ketua LBH Uniflor Ende,Lino Seda,S.H M.Hum. 

Hanya Berteriak Siapa Yang Kerja Kornelis Ditahan Kejari Ende

POS-KUPANG.COM|ENDE---Kornelis Feru (60) warga asal Desa Detembewa, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, ditahan oleh jaksa pada Kejaksaan Negeri Ende dengan sangkaan melakukan pengancaman kepada sesama warga desa atas nama, Getrudis Weni, Kamis (29/8/2019).

Dalam BAP di kepolisian, Kornelis Feru pada 10 Februari 2018 saat bertemu dengan Getrudis lantas berteriak kepada Getrudis, siapa yang kerja. Sebelumnya keduanya terlibat konflik soal sawah garapan.

Ketua LBH Uniflor Ende, Lino Seda SH. M.Hum kepada Pos Kupang.Com, Jumat (30/8/2019) mengatakan pihaknya mengkritisi penahanan atas diri Kornelis Feru oleh Kejaksaan Negeri Ende dengan sangkaan melanggar pasal 353 ayat 1 ke-1 KUHP.

Lino mengatakan penahanan kepada Kornelis dinilai tidak berdasarkan hukum karena sesuai dengan ketentuan pasal 353 ayat 1 dengan ancaman dibawah 5 tahun maka yang bersangkutan semestinya tidak ditahan oleh Kejaksaan Negeri Ende.

“Buktinya pada saat proses di kepolisian yang bersangkutan tidak ditahan oleh kepolisian karena memang ancaman hukuman dibawah 5 tahun,”kata Lino.

Lino mengatakan bahwa penahanan Kornelis Feru oleh Kejaksaan Negeri Ende tidak memenuhi unsur subyektif dan obyektif hukum.

“Dari sisi subyektif hukum yang bersangkutan dikutirkan menghilangkan barang bukti sedangkan barang bukti hanya sebuah payung yang dipergunakan bersangkutan saat bertemu dengan Getrudis lalu dikuatirkan melarikan diri dan mengulangi lagi perbuatan juga tidak mungkin karena yang bersangkutan selalu mengikuti proses hukum,”kata Lino.

Lino meminta kepada Kejaksaan Negeri Ende bersikap profesional didalam menangani perkara sehingga tidak terkesan memaksakan kehendak yang pada akhirnya justru melanggar hukum itu sendiri.

Menurut Lino penahanan atas diri Kornelis terkesan dipaksakan karena memang tidak ada rujukan hukum yang jelas untuk menahan bersangkutan.

Lino mengharapkan agar Kejaksaan Negeri Ende tidak mengulangi kejadian-kejadian hukum di daerah lain yang terkesan timpang kepada masyarakat kecil.

Ketua Sementara DPRD Mabar : Orientasi DPRD di Labuan Bajo

Pangdam IX/Udayana Titip Pesan ini Buat Komandan Brigif 21/Komodo Yang Baru

Secara terpisah Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Sudarso yang dikonfirmasi melalui JPU yang menangani kasus Kornelis Feru, Oki Prasetyo Aji kepada Pos Kupang.Com, Jumat (30/8/2019) mengatakan bahwa alasan pihak Kejari Ende melakukan penahanan terhadap Kornelis Feru dengan pertimbangan bahwa yang bersangkutan dikuatirkan melarikan apalagi jarak antara Kejaksaan Negeri Ende dan tempat tinggal yang bersangkutan cukup jauh.(Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved