Berita Pendidikan
Stikes Maranatha Siapkan Tenaga Kerja ke Jepang, Ini Yang Dilakukan
Stikes Maranatha Kupang siap melakukan kerja sama dengan Pemprov NTT dalam menyiapkan calon tenaga kerja ke Jepang.
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Apolonia Matilde
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM|KUPANG - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Maranatha Kupang siap melakukan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dalam menyiapkan calon tenaga kerja ke Jepang.
"Saat ini, Stikes Maranatha telah mempersiapkan 40 calon tenaga kerja," kata Ketua Dewan Pembina Yayasan Stikes Maranatha , Drs. Semuel Selan, saat pertemuan dengan Wakil Gubernur (Wagub) NTT , Josef A. Nae Soi di ruang kerjanya, Rabu (28/8/2019).
Menurut Semuel, pihaknya menyiapkan calon tenaga kerja seperti pengetahuan dan keterampilan.
• Petani Tesbatan Dilatih Pola Tanam Yang Benar Oleh Politani Negeri Kupang
"Apabila dipandang layak oleh pemerintah untuk dipekerjakan maka dapat dimanfaatkan. Kami berharap dengan kerja sama ini maka Stikes dan Akper Maranatha dapat berkembang secara dahsyat," kata Semuel.
Abdul Wahab, mengatakan, kehadirannya mendampingi lembaga Stikes Maranatha untuk membicarakan kerja sama dengan Pemprov NTT khususnya tenaga kerja yang akan dibawa ke Jepang.
"Kami harapkan dalam jangka panjang harus ada instalasi khusus Bahasa Jepang di NTT, agar biaya untuk pelatihan bahasa lebih ditekan. Kami mohon Pemprov NTT bisa buat tempat pendidikan Bahasa Jepang di NTT," kata Abdul.
Dikatakan, saat ini Stikes Maranatha sudah menyiapkan 40 orang yang siap dilatih.
"Ada dua cara yakni magang dan juga bisa langsung kerja. Yang ada saat ini kita lakukan adalah magang," katanya.
• Besok SESAL Akan Hadiran Suasana Pesta Serasa di Bali
Dia mengakui, dengan magang,maka tenaga kerja akan memiliki banyak pengalaman sehingga bisa juga membangun di desa. Apalagi, pengalaman yang diperoleh adalah pengalaman di Jepang.
"Kami harapkan dengan dukungan pemerintah dan kerja sama lintas sektor maka bisa memberikan hasil maksimal. Bahkan, tenaga kerja yang ada bisa digunakan secara terorganisir dan tidak secara individu," katanya.
Wagub NTT, Josef Nae Soi memberi apresiasi kepada Stikes Maranatha yang turut mendukung program pemerintah.
"Ini sangat bagus dan Pemprov NTT akan mendukung penuh upaya tersebut," kata Josef.
Menurutnya, Pemerintah NTT saat ini mempersiapkan pelatihan tenaga kerja untuk perkebunan sawit.
"Saya tidak rekrut, saya minta kepala desa camat yang rekrut untuk kerja disawit," katanya. Dia mengatakan, perlu diatur karena biasanya ada broker-broker apabila anak Indonesia ke luar negeri seperti ke Malaysia.
• UPDATE Kerusuhan Jayapura Aksi Anarkis Berlanjut Massa Bakar Kantor Telkom & Fasilitas Umum Lainnya
"Di sana ada orang Indonesia yang pengaruh, maka tenaga kerja yang ada itu pindah majikan. Kalau di Filipina tidak," katanya.
Sotoshi Miyajima dan Hitomi Baba dari Jepang mengatakan, siap mendukung anak-anak NTT untuk magang dan pada tahap awal tentu fokus pembelajaran Bahasa Jepang.
Hadir pada pertemuan ini, Ketua Stikes Maranatha Kupang, Mery L.Fangidae Tumeluk, SST,MPH dan sejumlah dosen. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/stikes-maranatha-kupang-siapkan-tenaga-kerja-ke-jepang.jpg)