Hari Pertama Pembukaan Jambore Pariwisata, Stan Amansel Raup 10 Juta

aneka kerajinan pahatan kayu dan aneka makanan lokal yang merupakan buah tangan dari masyarakat Amanatun Selatan.

Hari Pertama Pembukaan Jambore Pariwisata, Stan Amansel Raup 10 Juta
POS KUPANG/DION KOTA
Nampak Camat Amanatun Selatan, Ardy Benu (kiri) sedang berada di stan Kecamatan Amanatun Selatan 

Hari Pertama Pembukaan Jambore Pariwisata, Stan Amansel Raup 10 Juta

POS-KUPANG.COM|SOE -- Rabu (28/8/2019) malam, jambore pariwisata tingkat Provinsi NTT resmi dibuka. Pada hari pertama pembukaan tersebut, Stan Kecamatan Amanatun Selatan (Amansel) berhasil meraup penghasilan 10 juta dari hasil penjualan kain tenun kas Amanatun.

Menariknya, di stan Kecamatan Amanatun Selatan ini, tidak hanya menjual hasil tenun masyarakat saja, tetapi juga menjual aneka kerajinan pahatan kayu dan aneka makanan lokal yang merupakan buah tangan dari masyarakat Amanatun Selatan.

Pihak kecamatan Amanatun Selatan menggandeng Bumdes-Bumdes untuk mempromosikan dan menjual aneka hasil kerajinan dan olahan pangan lokal masyarakat dalam pergelaran jambore pariwisata yang akan berlangsung hingga 29 Agustus ini.

Camat Amanatun Selatan, Ardi Benu kepadapa pos kupang.com, Kamis (29/8/2019) mengatakan, di hari pertama pembukaan stand pihaknya berhasil mengantongi uang tunai 10 juta lebih dari hasil penjualan kain tenun khas Amanatun.

Diakuinya, tenun Amanatun menjadi daya tarik bagi para pengunjung jambore pariwisata. Hal ini terbukti, dimana tenun ikat menjadi buruan para pengunjung jambore pariwisata.

" Kita hari pertama buka stand berhasil menjual sekitar 8 kain tenun dengan total penghasilan 10 juta lebih. Kain tenun yang kita jual sendiri harga berkisar dari 750 ribu hingga termahal 1,5 juta," ungkap Ardi.

Selain menjual kain tenun, di Stan Kecamatan Amanatun Selatan juga menjual aneka kerajinan pahatan dari kayu dan bambu.

Mulai dari topeng, gelas mambu, cerek dari pahatan kayu hingga aneka patung kayu. Semuanya merupakan hasil karya masyarakat Amanatun Selatan.

Selain aneka pahatan, di stan ini juga menjual aneka produk berbahan pangan lokal. Mulai dari kripik pisang, kacang telur, kripik jagung, kripik dari labu kuning, kripik ubi dan daun kelor.

"Semua yang ada di Stan ini hasil karya masyarakat Amanatun Selatan. Kami dari Kecamatan hanya membantu untuk memasarkan di event jambore pariwisata. Hasilnya semua untuk masyarakat," ujarnya.

Sebelum mengikuti jambore pariwisata, pada awal Agustus lalu, Kecamatan Amanatun Selatan juga menggelar ekspo Amanatun untuk menjual aneka hasil karya masyarakat Amanatun Selatan.

Pangdam IX Udayana Apresiasi Kenaikan Tingkat RST Wirasakti Kupang

Baru Sebulan Nikah Siti Badriah Teman Sule Ini Pusing Murung Ngaku Menyesal Sudah Menikah Depresi?

Jambore Kader PKK dan Kader Posyandu Tingkat Kota Kupang 2019

Dari event tersebut mampu menghasilkan uang sekitar 300 juta lebih dari penjualan aneka tenun, pangan lokal hingga ukiran kayu. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota )

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved