BU dan Media Pers Ikut Gathering BPJS Kesehatan, Fauzi: 53 Persen Peserta Mandiri Aktif Bayar Iuran

Para BU dan Media Pers ikut gathering BPJS Kesehatan, Fauzi Lukman Nurdiansyah sebut 53 persen peserta mandiri aktif bayar iuran

BU dan Media Pers Ikut Gathering BPJS Kesehatan, Fauzi: 53 Persen Peserta Mandiri Aktif Bayar Iuran
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Badan Usaha dan Media Pers memgikuti Sosialisasi Terpadu Program JKN KIS di Hotel Ima, Rabu (28/8/2019). 

Para BU dan Media Pers ikut gathering BPJS Kesehatan, Fauzi Lukman Nurdiansyah sebut 53 persen peserta mandiri aktif bayar iuran

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kupang menggelar Gathering Badan Usaha dan Media Pers serta Sosialisasi Terpadu Program JKN-KIS, di Hotel Ima, Rabu (28/8/2019).

Gathering ini dibuka oleh Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kupang, Fauzi Lukman Nurdiansyah.
Fauzi mengatakan gathering ini merupakan kegiatan kumpul bersama untuk menigkatkan kekeluargaan. Diharapkan kemitraan dapat meningkat secara formal maupun informal.

Jatanras Polres Manggarain Ringkus Pelaku BG di Pasar Ruteng

"Kami sengaja menggabung antara Bapak/Ibu badan usaha dengan media. Karena badan usaha sebagai salah satu segmen kepesertaan JKN-KIS yang tentunya berkontribusi kesuksesan program JKN KIS," tuturnya.
Bicara konsep mengapa harus menjadi peserta JKN KIS. Ada tiga alasan mengapa seluruh penduduk harus menjadi peserta JKN KIS.

Pertama, kata Fauzi, Sharing. Dimana yng kuat bantu yang lemah, yang kaya bantu yang miskin dan yang sehat bantu yang sakit. Ini dikemas dalam jargon "Dengan Gotong Royong Semua Tertolong".

Simak Yuk! Lima Cara Menambah Followers di Instagram, Biar Makin Eksis di Media Sosial

Ia menjelaskan iuran yang dibayarkan setiap bulannya, walaupun tidak digunakan oleh peserta yang tidak berobat tetapi pada waktu bersamaan digunakan oleh yang lain untuk berobat. Misalnya ada yang harus cuci darah tiap minggu, operasi, cemo terapi, dan lainnya. Jadi iuran yang diberikan secara tidak langsung membantu saudara-saudara di luar sana.

"Ini menjadi amal jariyah dan berkah untuk yang membutuhkan," ujarnya.

BPJS Kesehatan, lanjutnya sedikit membedah data. Ternyata sudah banyak warga Kupang yang berobat di Jakarta untuk operasi jantung. Artinya secara aksesibilitas yang sifatnya nasionalakan mengcover seluruh indikasi medis selama mengikuti SOP yang berlaku.

"Sudah ada dari iuran bapak/ibu di Kupang yang mengalami tindakan di RS Harapan Kita Jakarta. Jadi budaya gotong royong dperluas hingga nasional," tukasnya

Kedua, konsepnya proteksi. Mungkin, kata Fauzi, sekarang peserta sedang sehat tetapi tidak menutup kemungkinan kita yang dibantu. Jadi konsepnya sedia payung sebelum hujan. Walaupun masih sehat mungkin dilain waktu menjadi orang yang tertolong dalam program ini.

Ketiga, komplen. Dimana patuh pada regulasi karena sudah banyak regulasi yang memang mengharuskan keikutsertaan warga negara berkontribusi pada JKN KIS.

Ia mengatakan dengan adanya media, diharapkan sebagai corong atau alat bantu untuk menyampaikan konsep gotong royong secara nasional dan dengan gotong royong semua tertolong. Karena selama ini peserta yang mendaftar saat membutuhkan. Ketika sudah mendapatkan pelayanan dan sehat, tidak peserta tersebt tidak lagi membayar kewajibanya.

Ia menyebutkan peserta JKN KIS di Kupang baru 53 persen peserta mandiri yang rutn membayar. Setelah hak didapat kewajibannya terlupa.

Ia berharap dengan pertemuan hari inu, selain sifatnya kemitraan namun dalam hal kualitas pelayanan akan semakin optimal. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved