TERUNGKAP Oknum Anggota TNI Pelaku Ujaran Rasis ke Mahasiswa Papua, Nasibnya? Ini Kata Moeldoko!

TERUNGKAP Oknum Anggota TNI Pelaku Ujaran Rasis ke Mahasiswa Papua, Nasibnya? Ini Kata Moeldoko

Editor: Alfred Dama
Tribunnews
TERUNGKAP Oknum Anggota TNI Pelaku Ujaran Rasis ke Mahasiswa Papua, Nasibnya? Ini Kata Moeldoko! 

TERUNGKAP Oknum Anggota TNI Pelaku Ujaran Rasis ke Mahasiswa Papua, Nasibnya? Ini Kata Moeldoko

POS KUPANG.COM -- Misteri oknim yang mengucapkan kata Rasis saat aksi di depan asrama Papua di Surabaya akhirnya terkuak. Kalimat yang dilontarkan tersebut berdampak sangat luas hingga aksi massa di Papua dan Papua Barat.

Beberapa waktu terakhir masyarakat dihebohkan dengan isu Rasisme terkait masyarakat Papua. 

Efek penghinaan terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya, sejumlah aksi Demo pecah di berbagai daerah di Surabaya.

Ternyata ucapan Rasis tersebut pertama kali diucapkan oleh oknum anggota TNI penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, 16 Agustus 2019.

Terbaru, sosoknya kini sudah terungkap.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, oknum TNI tersebut datang ke Asrama Mahasiswa Papua bersama rombongan pejabat kecamatan, koramil, dan Polsekta Tambaksari  setelah beredar foto tiang bendera yang dipasang di depan asrama bengkok hingga menyentuh got.

Foto bendera dalam got yang diterima pimpinan RW kawasan asrama Kamasan/ISTIMEWA.

 
Pimpinan rukun warga menyebut foto kondisi tiang dan bendera itu menyebar di grup Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Pacar Keling, Tambaksari.

Siapa yang sebenarnya merusak tiang bendera?

Ustadz Abdul Somad UAS Batal Gelar Tausiah di Siantar, Suster dan Ustazah Kompak Bernyanyi Bersama

 

Dorlince Iyowau, perwakilan mahasiswa Papua di Surabaya berkata kepada BBC, "Kami tidak tahu-menahu soal bendera yang jatuh di got itu."

"Kami tahu ketika TNI datang dobrak-dobrak tanpa pendekatan hukum, yang langsung main hakim sendiri dengan Satpol PP dan ormas reaksioner."

"Jadi sekali lagi kami tidak tahu soal kejadian bendera yang jatuh dan kami tidak pernah membuang bendera yang mereka maksud itu ke got," kata Dorlince.

Sementara itu, pimpinan RW di kawasan asrama Kamasan juga tak mengetahui pelakunya.

"Kondisi bendera itu kami tahu dari grup WhatsApp. Saya tidak melihat dengan mata sendiri. Tapi yang semua yang melihat pasti emosi," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved