Pasutri di Manggarai Barat Kurang Berminat Gunakan Pengaman
Pasangan Usia Subur (PUS) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) masih kurang meminati alat kontrasepsi (alkon.
LABUAN BAJO, POS KUPANG.COM - Pasangan suami istri (Pasutri) khususnya Pasangan Usia Subur (PUS) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) masih kurang meminati alat kontrasepsi (alkon) jenis untuk mengendalikan kelahiran atau keluarga berencana (KB).
Buktinya, pengguna alkon di Mabar saat ini tergolong kecil, hanya 123 orang. Selain itu, peserta yang menggunakan Metode Operasi Pria (MOP) juga sangat rendah, 11 orang.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Mabar, Melkior Nudin, mengatakan, MOP di Mabar dimulai sejak tahun 2009 lalu.
"Sejak tahun 2009 lalu sampai 2019, pasangan usia subur di Mabar yang mengikuti MOP hanya 11 orang. Kami selalu melakukan sosialisasi tetapi belum ada penambahan jumlah peserta. Mungkin karena masyarakat masih berpikir, seakan-akan KB hanya untuk perempuan. Pengguna kondom hanya 123 orang," ujar Melkior di kantornya, Selasa (20/8/2019).
Melkior menyebut PUS peminat MOP umumnya terdapat di Kecamatan Lembor Selatan. Jumlah total pasangan usia subur di Mabar saat ini sebanyak 40.314. Dari jumlah ini, yang aktif mengikuti KB hingga Juli 2019, sebanyak 28.392 pasutri.
Menyoal peminat KB Metode Operasi Wanita (MOW), Melkior menyebutnya sebanyak 1.236 orang. Sementara PUS pemakai spiral atau intrauterine device (IUD) sebanyak 3.283, implan 4.056, suntikan 14.251 dan pil 5.436.
"Sampai saat ini yang masih aktif menggunakan MOP hanya tujuh orang, sisanya empat orang sudah usia tidak produktif lagi," terang Melkior.
Untuk diketahui, ada tujuh manfaat bagi pasutri yang menggunakan alkon kondom untuk keluarga berencana, yakni, pertama, mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Jika dipasang dengan tepat, penggunaan kondom setidaknya dapat mengurangi risiko kehamilan hingga 98 persen.
Kedua, mencegah penularan HIV/AIDS. Virus HIV dapat mudah menyebar melalui hubungan seks tanpa kondom karena penularannya melalui kelamin.
Ketiga, memperpanjang durasi berhubungan intim. Penelitian menunjukkan, kondom ternyata dapat membantu meningkatkan kualitas kehidupan seks dan pasangan dengan memperpanjang durasi hubungan intim. Keempat, menjaga ereksi.
Kelima, mencegah cedera. Banyaknya pelumas pada kondom menyebabkan kemungkinan cedera saat berhubungan intim menjadi sangat rendah. Keenam, higienis. *