Meningkat, Kematian Ibu dan Bayi di Belu, Apa Penyebabnya? Ini Penjelasan Theresia Saik

Meningkat, Kematian Ibu dan Bayi di Belu, Apa Penyebabnya? Ini Penjelasan Theresia Saik

Meningkat, Kematian Ibu dan Bayi di Belu, Apa Penyebabnya? Ini Penjelasan Theresia Saik
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Kadis Dinkes Kabupaten Belu, Theresia Saik 

Meningkat, Kematian Ibu dan Bayi di Belu, Apa Penyebabnya? Ini Penjelasan Theresia Saik

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Grafik kasus kematian ibu melahirkan dan di Kabupaten Belu selama tiga tahun terakhir bergerak naik. Sedangkan kasus kematian bayi cenderung menurun.

Sesuai data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Belu tercatat lima kasus kematian ibu melahirkan tahun 2016, enam kasus tahun 2017, 10 kasus tahun 2018 dan empat kasus tahun 2019 keadaan Juli.

Ketua DPD HILLSI NTT Hadiri Muspimnas HILLSI di Mataram

Sedangkan kasus kematian bayi tercatat 67 kasus tahun 2016, 39 kasus tahun 2017, 57 kasus tahun 2018 dan 22 kasus tahun 2019 posisi Juni.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Theresia Saik mengatakan hal itu kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/8/2019).

Menurut Theresia Saik, grafik kematian ibu melahirkan cenderung meningkat selama tiga tahun terakhir. Kematian ibu dan bayi disebabkan banyak faktor seperti, terlambat merujuk yang berdampak pada keterlambatan memberi pertolongan medis dan persalinan tidak dilakukan di fasilitas kesehatan.

Lima Pulau di NTT Ini Diprediksi Berpotensi Terjadi Angin Kencang, Jadi Waspada lah!

Theresia mengatakan, kasus kematian ibu yang cenderung meningkat tersebut dinilai ironis karena fasilitas kesehatan di Kabupaten Belu seperti puskesmas dan rumah sakit sudah memadai. Begitu juga tenaga kesehatan sudah memadai di tingkat puskesmas dan Pelayanan di puskesmas dibuka 24 jam. Alur pelayanan persalinan juga sudah semakin baik mulai dari puskesmas sampai ke rumah sakit.

Selain itu, dukungan pemerintah dalam meringankan biaya persalinan sudah dilakukan, baik lewat program jampersal maupun KIS. Kegiatan sosialisasi dari Dinas Kesehatan juga terus digalakan.

Menurut Theresia, kasus kematian ibu melahirkan dan balita tidak hanya menjadi perhatian pemerintah, khususnya tenaga kesehatan tetapi juga menjadi perhatian masyarakat sendiri.

Pemerintah sudah berupaya untuk menekan kasus kematian ibu dan bayi dengan berbagai program dan strategi seperti program Revolusi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Program ini mewajibkan ibu hamil bersalin di fasilitas kesahatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit.
Kemudian, proses persalinan dibantu oleh tenaga kesehatan, bukan dukun.

Pemerintah juga melakukan strategi jemput bola dengan cara menjemput ibu hamil untuk melahirkan di fasilitas kesehatan. Selain itu, pemerintah menyediakan fasilitas yang memadai seperti puskesmas, alat kesehatan, obat-obatan dan mobil ambulans.
Untuk di Kabupaten Belu, setiap puskesmas memiliki dua unit mobil ambulans yang siap beroperasi.

Menurut Theresia, semua upaya sudah dilakukan pemerintah untuk menekan kematian ibu dan bayi namun upaya itu tidak cukup jika kesadaran masyarakat masih rendah.

Dari pengamatan dan data yang dihimpun tenaga medis menunjukkan kesadaran masyarakat untuk melahirkan di fasilitas kesehatan masih rendah. Masih ada ibu hamil yang tidak melaporkan tanda-tanda melahirkan di petugas kesehatan dan kader posyandu, Ibu hamil kurang aktif ke posyandu. Yang lebih bahaya lagi, masih ada ibu hamil yang nekad melahirkan di rumah dan dibantu keluarga.

Bahkan ada kejadian saat petugas medis menjemput ibu hamil di rumah malah ibu hamilnya takut untuk melahirkan di fasilitas kesehatan. Kemudian, masih ada suami dan keluarga yang lambat menghatar ibu hamil ke fasilitas kesehatan sehingga ada yang melahirkan dalam perjalanan.

Hal seperti ini kata Theresia karena kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan. Oleh karena itu perlu didorong terus agar masyarakat bisa memahami secara utuh tentang program dan upaya yang dilakukan pemerintah dalam menekan kematian ibu dan bayi. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tidak hanya menjadi tugas pemerintah tetapi juga tugas semua elemen masyarakat. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved