Karnaval Budaya dan Pawai Pembangunan di TTS Jadi Ajang Hura-hura

Ajang Karnaval budaya dan Pawai Pembangunan yang digelar Pemda TTS, Selasa (20/8/2019) berubah menjadi ajang uji sound sistem, aduh goyang dan miras.

Karnaval Budaya dan Pawai Pembangunan di TTS Jadi Ajang Hura-hura
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Suasana kemacetan di jalan negara, Kota Soe akibat aksi hura-hura peserta Pawai pembangunan, Selasa (20/8/2019) 

POSKUPANG.COM |  SOE - Ajang Karnaval budaya dan Pawai Pembangunan yang digelar Pemda TTS, Selasa (20/8/2019) berubah menjadi ajang uji sound sistem, aduh goyang dan miras. Selain itu, ajang tahunan ini juga menimbulkan tumpukan sampah di sepanjang jalan negara.

Padahal dalam sambutannya ketika melepas para peserta karnaval Bupati TTS, Egusem Piether Tahun telah menghimbau kepada para peserta agar ajang karnaval budaya dan Pawe pembangunan ini bisa berlangsung tertib dan tidak ada hura-hura. Namun kenyataannya, kegiatan tingkat kabupaten tersebut menjadi ajang hura-hura dan miras.

Mirisnya lagi, Pawe yang di lepas sejak pukul 11.45 WITA ini berlangsung hingga malam hari.
Hal ini menyebabkan kemacetan di jalan negara antara Kabupaten.

Karnaval Budaya Flobamorata Perlu Jadi Even Tetap

Pasalnya kelompok pemuda yang menggunakan truk bermuatan sound sistem berjalan sangat lambat. Puluhan pemuda berjalan sambil bergoyang-goyang mengikuti truk yang bermuatan sound sistem tersebut. Terlihat beberapa pemuda juga mengkonsumsi miras sambil terus bergoyang.

Kemasan makanan dan air mineral nampak berserakan di sepanjang jalan Negara yang dibuang para peserta Pawai.

Salah seorang ASN lingkup Pemda TTS yang enggan namanya dikorankan menyayangkan aksi hura-hura dan miras dalam Pawai pembangunan tersebut. Menurut, nilai Pawe pembangunan yang dimaksudkan untuk mengisi kemerdekaan telah melenceng jauh.

Rusuh di Papua, Relawan Jokowi di NTT Minta Jokowi Pertimbangkan Untuk Datang di Kupang

Seharusnya panitia membatasi peserta yang tidak bisa tertib. Peserta yang hanya hura-hura dan mengkonsumsi miras seharusnya tidak diperbolehkan ikut.

" Saya tadi tertahan di jalur dua sampai satu jam. Karena tidak bisa lewat terpaksa saya putar cari jalan lain. Saya lihat ada peserta Pawe yang sudah minum mabok dan goyang tidan jelas lagi. Apa nilai yang mau disampaikan kalau yang ditunjukkan peserta Pawe seperti itu," ujarnya lewat pesan WhatsApp.

Untuk diketahui kegiatan karnaval budaya dan Pawe pembangunan ini diikuti oleh 102 kontingen dari sekolah, ODP, paguyuban, organisasi kepemudaan dan juga perwakilan kecamatan. Para peserta karnaval akan berjalan sejauh kurang lebih 5 Km, mulai dari titik start depan Kantor Bupati TTS menuju lapangan Puspenmas sebagai titik finis.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten TTS, Julius Taneo mengatakan, kegiatan karnaval budaya dan Pawe pembangunan digelar dengan tujuan untuk memupuk rasa persaudaraan masyarakat yang ada di Kabupaten TTS. Kegiatan ini diharapkan bisa membina silaturahmi dan rasa toleransi antar suku yang ada di Kabupaten TTS. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved