Belum Semua Kabupaten di NTT Miliki Dokter Anak
ia berharap agar seluruh dokter anak di NTT dapat bekerja maksimal dan professional dala, tugas dan pelayanan di tempat bertugas.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Belum Semua Kabupaten di NTT Miliki Dokter Anak
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Belum semua kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki dokter spesialis anak.
Demikian diungkapkan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang NTT, dr. Fransiskus taolin Sp.A kepada POS-KUPANG.COM usai kegiatan Parenting Class di RS Leona pada Rabu (14/8/2019).
Ia mengatakan dari total 41 dokter anak di NTT, sebagian besarnya tersebar di Kota Kupang Ibukota Provinsi NTT.
“Kita punya jumlah dokter anak di NTT ada 41 orang, dan di Kupang ada 10 dokter,” jelasnya.
Di wilayah kabupaten lainnya, lanjut dr. Frans, tersebar satu sampai dua dokter anak. Namun demikian untuk kabupaten Manggarai Timur diakuinya belum memiliki tenaga dokter anak.
“Persebarannya ada yang satu per kabupaten teapi ada juga yang dua, misalnya di Maumere. Tapi sayangnya untuk Kabupaten Manggarai Timur sampai sekarang belum ada dokter anak,” katanya.
Namun demikian, ia berharap agar seluruh dokter anak di NTT dapat bekerja maksimal dan professional dala, tugas dan pelayanan di tempat bertugas.
Sebelumnya, ia mengatakan bahwa alam rangka pekan Air Susu Ibu (ASI) sedunia yang dirayakan pada 1-8 Agustus 2019, Ikatan Dokter Anak Indonesia mengadakan parenting class bagi para ibu hamil, menyusui dan keluarga terdekatnya. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara nasional di seluruh Indonesia.
Ia mejelaskan, untuk IDAI Cabang NTT, program parenting class sudah dilaksanakan di 3 RS yakni RSIA Dedari Kupang, RS Caritas Sumba Barat Daya dan RS Leona Kupang.
Bahkan untuk RS Leona Kupang, tambahnya, kegitan parenting class dilaksanakan dalam dua kali kegitan yakni pada 8 Agustus 2019 dan 14 Agustus 2019.
“Di Leona kita telah laksanakan sebanyak 2 kali yakni pada tanggal 8 Agustus dan hari ini (14/8/2019) oleh dr Sami dan saya. Pada 10 Agustus kita laksanakan di RSIA Dedari oleh dr Simplisia dan di RS Caritas Sumba Barat Daya oleh dr Angelin,” jelasnya.
• Dihantui Kuntilanak Menyerupai Korban, 5 Tersangka Pembunuh Gadis dalam Karung Ketakutan, Kronologi
• Pantai Motadikin-Malaka Jadi Lokasi Tabur Bunga HUT ke 74 RI
Ia menjelasakan, dalam rangka pekan ASI sedunia tersebut seluruh dokter anak diharapkan untuk dapat mensosialisasikan ASI eksklusif. Hal ini, lanjutnya, karena ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi hingga berusia dua tahun untuk mendukung tumbuh kembangnya serta untuk mencegah stunting.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketua-ikatan-dokter-anak-indonesia-idai-cabang-ntt-dr-fransiskus-taolin-spa.jpg)