159 WBP di Lapas Waingapu Dapat Remisi di HUT RI ke-74, Empat WBP Langsung Bebas, SIMAK YUK

59 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Waingapu, Kabupaten Sumba Timur mendapatka

159 WBP di Lapas Waingapu Dapat Remisi di HUT RI ke-74, Empat WBP Langsung Bebas, SIMAK YUK
POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
Foto bersama usai penyerahan hadiah bagi warga binaan yang juara dalam perlombaan internal Lapas Waingapu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU----Sebanyak 159 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Waingapu, Kabupaten Sumba Timur mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan di hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan RI ke-74 tahun 2019.

Penyerahan SK remisi bagi 159 warga binaan itu, secara simbolis oleh bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora yang berlangsung di Lapas Kelas II A Waingapu, di Kampung Bugis, Kelurahan Kamalaputi, Kecamatan Kota Waingapu, Jumat (16/8/2019).

Hadir dalam penyerahan SK remisi itu pimpinan Forkompimda Kabupaten Sumba Timur, Sekda Sumba Timur Domu Warandoy, BUMN, BUMD, pimpinan OPD, pimpinan Instansi vertikal, undangan lainya, Kepala Lapas Kelas II A Waingapu, Ronny Widiyatmoko bersama staf dan seluruh warga binaan di Lapas itu.

Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora saat ditemui wartawan usai kegiatan itu mengatakan, pemberian remisi itu sebagai bentuk penghargaan Negara terhadap apa yang ditunjukan oleh warga binaan di Lapas Kelas II A Waingapu.

Kabupaten TTS- Cinta Terlarang Nenek 70 Tahun,Tendangan Maut Cucu Habisi Nyawa Selingkuhan Nenek

"Jelas disambutan tertulis pak Menteri berkelakukan baik, dan berpotensi untuk tidak melakukan lagi tindak pidana,"ungkap Gidion.

Menurut Gidion, pemberian remisi itu juga menjadi catatan bagi warga binaan Lapas, bahwa pemerintah sangat peduli terhadap kesadaran mereka.

Pertemuan IlmiahTahunan ke 36 HATHI di Kota Kupang-NTT, Ini Tema yang Diusung

Meriahkan HUT RI ke-74, UPT Puskesmas Oepoi Gelar Aneka Kegiatan

Gidion juga mengatakan, pihaknya berharap dengan adanya pemberian remisi itu, menjadi suatu hal yang positif bagi para warga binaan. Sehingga dari itu, mereka mengetahui benar bahwa Pemerintah benar-benar memberikan perhatian kepada mereka.

Sedangkan terkendala hasil kreatifitas warga binaan dalam pemasaran, kata Gidion, pihak Lapas bisa berkolaborasi dengan MKM yang ada, BUMDes, maupun dengan Dekranasda dan juga karena berkaitan dengan ekonomi kreatif bisa dengan Dinas Perdagangan, Pariwisata, dan Pemda Sumba Timur untuk membantu memasarkan hasil karya warga binaan.

Kepala Lapas Kelas II A Waingapu Ronny Widiyatmoko menjelaskan, terkait pemberian remisi itu, pihaknya mengusulkan 229 orang dari 291 warga binaan Lapas Waingapu. Namun, yang SK remisinya sudah turun/ada sebanyak 159 orang. Sedangkan, sisanya yang sudah 2 bulan, 3 bulan mendapat remisi, nanti SK remisinya akan turun kemudian, sesuai dengan jumlah usulan yang pihaknya sampaikan.

Kata dia, dari jumlah itu merupakan warga binaan Lapas yang benar-benar baru pertama kali tahun ini yang mendapatkan remisi.

Terkait jumlah waktu remisi atau waktu pengurangan masa tahanan, jelas Ronny sekitar 2 sampai 6 bulan, tergantung berapa lama yang bersangkutan menjalani masa tahanan.

"Kalau misalnya sudah menjalani 3 tahun, mungkin dapat remisi 3 bulan, 4 tahun berarti 4 bulan, tergantung berapa lama dia (warga binaan Lapas, Red) menjalani masa tahanan,"jelas Ronny.

Ronny juga mengatakan, ada juga warga binaan remisi yang mendapatkan remisi umum II,  dimana artinya mereka bebas pada saat tanggal 17 Agustus 2019. Warga binaan Lapas Waingapu yang mendapatkan remisi Umum II  tersebut sebanyak 4 orang.

"Ini ada 4 orang yang kita langsung bebaskan pada tanggal 17 Agustus 2019 besok hari. Keempat orang ini masuk penjara karena terkait sekitar 3 orang tekait kasus asusila, dan 1 kasus perkelahian,"jelas Ronny.

Terkait dari saran atau anjuran dari Kemenkumham bahwa setiap Lapas harus melakukan pembinaan kreatifitas dan lain sebagainya bagi warga binaan, kata Ronny, kreatifitas yang pihaknya lakukan berupa pembuatan spaduk berisikan tentang kegiatan-kegiatan kerja pembinaan, pertanian, pembuatan batako, plaving, pot bunga, dan miniatur dari bahan-bahan daur ulang.

"rencananya setelah 17 Agustus ini, kami akan mengadakan pembuatan kain Sumba oleh warga binaan kerja sama dengan pihak ketiga. Nanti pihak ketiga akan latih ke kita, tentang bagaimana penyediaan bahan, dan bagaimana pemasaranya,"pungkas Ronny.

Adapun usai penyerahan SK Remisi itu juga dilakukan penyerahan hadiah-hadiah bagi tim-tim yang juara dalam turnamen yang digelar secara internal Lapas, dan juga hiburan-hiburan, serta rama tama. (*)

 
  

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved