Tampil Beda Berbusana Kain Tenun Sumba Timur, Intil YUK Drum Band SMPK Andaluri Waingapu

Personil drum band dari SMP Katolik Andaluri, di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur tampil beda. Para personil mengenakan kain tenun ikat Sumba Timu

Tampil Beda Berbusana Kain Tenun Sumba Timur, Intil YUK Drum Band SMPK Andaluri Waingapu
POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
Personil drum band SMP Katolik Andaluri tampil memakai busana kain tenun Sumba Timur. 

POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
Personil drum band SMP Katolik Andaluri tampil memakai busana kain tenun Sumba Timur.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU----Personil drum band dari SMP Katolik Andaluri, di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur tampil beda. Para personil mengenakan kain tenun ikat Sumba Timur membaluti badan mereka pada acara pawai karnaval, Senin (12/8/2019) sore hingga malam hari.

Pawai karnaval itu digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun (HUT) RI ke-74 tahun 2019.

Pawai karnaval itu diikuti oleh Siswa SD, SMP,  dab SMA/SMK, serta para guru di wilayah Kota Waingapu, Kambera, dan Kanatang. Pawai karnaval itu, bagi siswa SMP dan SMA/SMK dimulai dari lapangan Rihi Eti, Prailiu dengan jarak tempu sekitar 4 kilometer. Sedangkan untuk SD dimulai dari lapangan Matawai Kota Waingapu dan semuanya finish di rumah jabatan bupati Sumba Timur di Hambala, Kota Waingapu.

Daftar Pemain Maung Bandung Akan Dijual, Pelatih Persib Bandung Pastikan Lepas 3 Pemain, Mereka

Kabar Buruk Persib Bandung, Pemain ini Dipastikan Absen Jelang Maung Bandung vs Borneo FC, SIMAK

Di finish tersebut para peserta diterima oleh Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora, Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, pimpinan Forkompimda, pimpinan OPD, dan para tamu undangan lainya.

Untuk Maju Pilkada, Blasius Jeramun Siap PAW dari Anggota DPRD Manggarai Barat, SIMAK YUK

Pantauan POS-KUPANG.COM, pawai karnaval itu cukup ramai dan cukup unik bagi para peserta di masing-masing sekolah. Para peserta karnaval mengenakan busana tenun ikat khas Sumba Timur, dan sebagai peserta mengenakan busana kain tenun dari daerah lain di luar Sumba Timur seperti Sumba Barat, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Ngada, Nagekeo, Manggarai, Sikka, Timor dan sejumlah daerah lainya.

Selain itu juga para peserta juga mengenakan pakian profesi seperti dokter, perawat, guru, polisi, tentara, dan sejumlah profesi lainya. Ada sejumlah sekolah juga menampilkan tarian adat Sumba, menampilkan nyanyian daerah Sumba Timur, membaca puisi bermakna membangun Bhineka Tunggal Ika.

Selain itu, ada sejumlah sekolah menampilkan kreasi-kreasi seperti burung garuda, kupu-kupu, bunga, lambang mamuli, tanduk kerbau dan lain sebagainya sebagai simbol kemerdekaan dan simbol adat dan budaya Sumba Timur dan semua bahanya dari kain tenun ikat Sumba Timur.

Lebih meriahnya lagi puluhan sekolah baik SD, SMP,  dan SMA/SMK juga unjuk kehebatan dalam memainkan musik drum band. Karena menjadi ajang perlombaan drum band, setiap tim peserta menampilkan yang terbaik mulai dari unjuk kehebatan memainkan musik, juga busana yang dikenakan juga perlu keserasian dan menarik.

Halaman
12
Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved