Penjelasan Direktur Rumah Sakit Karitas Weetabula, Sumba Barat Daya Soal Telantarkan Pasien

Penjelasan Direktur Rumah Sakit Karitas Weetabula, Sumba Barat Daya Soal telantarkan pasien

Penjelasan Direktur Rumah Sakit Karitas Weetabula, Sumba Barat Daya Soal Telantarkan Pasien
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Dokter Tito Bastian, M.Kes, MMR 

Penjelasan Direktur Rumah Sakit Karitas Weetabula, Sumba Barat Daya Soal telantarkan pasien

POS-KUPANG.COM | TAMBOLAKA - Direktur rumah sakit Karitas Weetabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, dr. Tito Bastian, M Kes, MMR, membantah menelantarkan pasien dan mendahukan urusan administrasi pasien.

Padahal sesungguhnya yang terjadi dokter dan perawat rumah sakit Karitas Weetabula, Sumba Barat Daya tetap memberikan pelayanan kepada setiap pasien dan urusan administrasi juga tetap berjalan bersamaan.

PT PLN Memberi Kemudahan bagi Pelanggan, Mengajak Download PLN Mobile

Hal itu sangat penting demi menjaga tertib adninistrasi setiap pasien yang datang berobat sehingga memudahkan pihak managemen rumah sakit mengontrolnya. Tanpa sistem administrasi yang baik, tertib dan rapih akan menyulitkan managemen rumah sakit mengelolahnya.

Hal itu tidak berarti rumah sakit Karitas Weetabula menomorduakan pelayanan pasien tetapi justru pelayanan pasien dan pengurusan administrasi pasien secara.bersamaan adalah hal yang baik demi memperlancar pelayanan pasien juga kelancaran pasien menyelesaikan kewajiban adninistrasinya termasuk biaya pengobatan sehingga proses pelayanan rumah sakit Karitas Weetabula berjalan lancar. Apalagi rumah sakit Karitas Weetabula merupakan rumah sakit swasta.

Simak Cerita Siswa SMA Temukan Obat Penyembuh Kanker hingga Menangi Juara Dunia

Direktur rumah sakit Karitas Weetabula, Sumba Barat Daya, dr.Tito Bastian, MMR menyampaikan hal itu di kantornya, Selasa (13/8/2019) pagi menanggapi keluhan keluarga korban pasien terkena panah sebagainana terlansir di media sosial beberapa waktu lalu yang menyatakan rumah sakit Karitas Weetabula mengutamakan urusan administrasi ketimbang pelayanan kepada pasien atas nama Paulus Pati Kondo (38), Warga Kampung Waila, Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya yang terkena panah di bagian mata kiri, tepat bagian alis mata tembus bola mata kiri.

Menurutnya, sesaat setelah menerina pasien Paulus Pati Kondo, dokter dan perawat menangananinya. Saat bersamaan, petugas juga mengurus adninistrasinya. Hal itu sangat penting agar dokumen administrasi pasien bersangkutan terdata baik.

Bahkan saat itu, dokter berencana membuat surat rujukan berobat ke rumah sakit Waingapu, Kabupaten Sumba Timur mengingat rumah sakit Karitas Weetabula maupun rumah sakit umum Waikabubak, Sumba Barat belum memiliki dokter spesils mata.

Namun rencana itu urung terlaksana karena datang dokter ahli mata dari komunitas cinta kasih Denpasar, Bali yang mengadakan kegiatan bakti sosial peneriksaan mata dan operasi katarak di rumah sakit Karitas Weetabula, Sumba Barat Daya tanggal 5-7 Agustus 2019 sehingga pasien Paulus Pati Kondo langsung mendapat kesempatan menjalani operasi mata oleh dokter spesialis mata dalam hal ini dokter Dini.

Karena itu adalah hal yang kurang elok manakalah keluarga pasien bersangkutan memposting keluhan itu ke media sosial tanpa konfirmasi ke pihak rumah sakit Karitas Weetabula maupun kepada pihak yang mengantar dan menjaga pasien Paulus Pati Kondo menjalani perawatan di rumah sakit Karitas Weetabula, Sumba Barat Daya.

Kini, pasien Paulus Pati Kondo sudah dioperasi dan kembali sehat seperti sediakalah. Hal itu tidak berarti pihak rumah sakit anti kritik sosial masyarakat. Tetapi hendaknya setiap kritikan masyarakat disampaikan secara baik kepada pihak rumah sakit tanpa mengumbarnya ke media sosial.

Menjawab pertanyaan mengapa pihak rumah sakit tidak menempuhnya melalui jalur hukum dengan melaporkan yang bersangkutan kepada pihak kepolisian, dokter Tito Bastian, mengatakan, hal itu belum perlu dan pihaknya memilih langkah persuasip demi memberi pencerahan kepada masyarakat luas akan pentingnya sistem managemen pengelolaan rumah sakit didalamnya termasuk pelayanan kepada pasien.

Harapan semakin banyak masyarakat menyadiri sistem pengelolaan rumah sakit maka ke depan rumah sakit akan lebih baik dan lebih maju. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved