Tekanan Darah Ahok Sempat Drop,Berkat Dokter Berhijb Asal Aceh, Suami Puput Nastiti Kembali Normal

Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok banyak mengisahkan suka dukanya selama menjalani masa tahanan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

Editor: Alfred Dama
(YouTube)
Taman belakang rumah AHok 

Tekanan Darah Ahok Sempat Drop, Berkat Dokter Berhijb Asal Aceh ini, Suami Puput Nastiti Kembali Normal

POS KUPANG.COM -- Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok banyak mengisahkan suka dukanya selama menjalani masa tahanan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok .

Diantanya mengenai jasa seorang dokter yang menangani masalah tekanan darah rendah yang diderita Ahok.

Meski sudah bebas, Ahok masih ingat dan mengenak jasa dokter tersebut.

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kini tengah disibukan dengan kegiatannya berkeliling kota dan mengabdi kepada masyarakat.

Setelah bebas dari rumah tahanan Mako Brimob Kelapa Dua Depok pada 24 Januari 2019 lalu, Ahok mengurungkan niat untuk berkarier kembali di politik.

Kini Ahok lebih sering berkunjung ke beberapa kota dan mengembangkan potensi wilayah yang dikunjunginya.

Saat berada di rutan Mako Brimob, kehidupan sehari-hari Ahok jarang terkespos media.

Beda Usia dari Suami Ajun Perwira 17 Tahun Lebih Muda, Jennifer Jill kini Positif Hamil

Bongkar Isu Pindah Agama, Salmafina Sunan: Kasih Karunia Memberikan Kehidupan

Baru-baru ini Ahok menceritakan suka dukanya saat mendekam di rutan Mako Brimob kepada Diaz Hendropriyono, ketua umum PKPI.

Ahok sempat mengalami stress hingga menyebabkan tensi darahnya menurun drastis.

Hal tersebut diceritakan kembali Diaz di laman Instagram pribadinya, Sabtu (10/8/2019).

Tangkap layar Instagram @diaz.hendropriyono
Diaz ceritakan kisah Ahok saat di Mako Brimob

"Hari ini kedatangan Pak Ahok. Berbicara kurang lebih dua jam sambil makan malam. Beliau bicara suka duka di mako brimob," tulis Diaz di kolom caption.

Saat sedang stress, tensi darah Ahok mencapai 70/50 mmHG.

Ahok pun dibantu seorang dokter untuk menaikkan tensi darahnya.

Sosok dokter berhijab di Mako Brimob yang menolongnya membuat Ahok sampai kagam.

Dokter berhijab yang menolong Ahok tersebut diketahui berasal dari Aceh.

Untuk menaikkan kembali tensi darah Ahok, sang dokter menanganinya dengan cara yang sangat sederhana.

Ini Nama-nama Beken Pengurus DPP PDI-P, Ada Wajah Baru Tri Rismaharini, Yuk Intips Lainnya

VIRAL, Video Kasir Lempar Emak-emak Pakai Papan, Gaya Kungfu, Netizen Ramai-ramai Bela Mbak Kasir

Sang dokter hanya memberikan teh hangat dan mengajak Ahok mengobrol tentang pasukan oranye.

Ahok pun langsung semangat bercerita kepada sang dokter.

Setelah beberapa saat, tensi Ahok mengalami kenaikan.

Ketika sang dokter melakukan tensi ulang, tensi Ahok sudah naik menjadi 90/60 mmHG.

"Emang hebat nih dokter, tau aja cara naikin tensi," ungkap Ahok.

Melansir laman healthline.com, dehidrasi terkadang menyebabkan tekanan darah menurun.

Untuk menaikkan tekanan darah memang dianjurkan untuk meminum lebih banyak air.

Maka tindakan dokter di Mako Brimob untuk menaikkan tensi darah Ahok sangatlah tepat.*

Alasan Megawati Sebut Nama Ahok dalam Pidato Politik di Kongres PDIP

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Eriko Sotarduga membeberkan alasan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyebut nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok), saat menyampaikan pidato politik dalam Kongres V PDIP.

Mengutip Kompas.com Eriko mengatakan, Mega sengaja menyebut nama Ahok karena Ahok dinilai sebagai simbol bahwa PDIP memerangi politik identitas.

"Di tengah esensi pelbagai perbedaan, di tengah sekarang problem radikalisme ya, problem politik identitas, kita tidak boleh mengabaikan yang namanya prinsip kita saling menghargai, saling bertoleran, saling menghormati," kata Eriko kepada wartawan, Kamis (8/8/2019) malam.

Eriko mengatakan, disebutnya nama Ahok juga menandakan bahwa Megawati tidak melupakan Ahok meski baru tercatat sebagai kader PDIP dan sempat bermasalah dengan hukum.

"Kita tidak pernah meninggalkan beliau, dan tidak pernah mau mengatakan bahwa karena ada hal seperti itu (masalah hukum) dia bukan bagian kita. Nah itu yang ingin ditunjukkan oleh ketua umum kami," ujar Eriko.

Kendati demikian, menurut Eriko, disebutnya nama Ahok tak berarti Ahok akan mendapat tugas atau jabatan khusus di tubuh organisasi PDIP atau pemerintahan.

Menurut Eriko, Ahok belum mempunyai niat untuk kembali berlaga di kancah politik.

PDIP, kata Eriko, menghargai keputusan Ahok.

"Jadi biarlah kita berikan kesempatan beliau, PDI Perjuangan memberi kesempatan kepada beliau untuk menata kehidupannya dulu. Soal nanti politik atau apa, nantilah. Tanyakanlah kepada beliau," kata Eriko.

Diberitakan sebelumnya, Megawati menyebut nama Ahok ketika membacakan pidato politik dalam Kongres V PDIP di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Kamis kemarin.

"Basuki Tjahaja Purnama, karena sudah jadi kader PDI Perjuangan," kata Mega.

Ahok lantas berdiri.

"Ada yang bilang, jangan dong panggil Pak Ahok lagi. Saya bilang ya emang namanya begitu. Pak Purnama, Pak Purnama, apa kabar," kata Mega yang disambut tawa kader dan undangan. "Ya kan senang ya kalau tertawa ya," ucap dia.

Artikel ini sudah tayang di Grid.ID dengan judul: Sempat Drop Saat Berada di Mako Brimob, Tensi Ahok Kembali Naik Berkat Cara Unik Dokter Berhijab Ini  https://www.grd.id/read/0415010/sempat-drop-saat-berada-di-mako-brimob-tensi-ahok-kembali-naik-berkat-cara-unik-dokter-berhijab-ini?page=all

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved