Khawatir Tertinggal, Kopdit Obor Mas Maumere Lebarkan Unit Usaha

Khawatir tertinggal, Kopdit Obor Mas Maumere di Pulau Flores lebarkan unit usaha

Khawatir Tertinggal, Kopdit Obor Mas Maumere Lebarkan Unit Usaha
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Pembukaan seminar dan rapat khusus pembahasan spin off dilakukan KSP Kopdit Obor Mas Maumere, Senin (12/8/2019) di Hotel Lokarya Indah, Kota Maumere, Pulau Flores. 

Khawatir tertinggal, Kopdit Obor Mas Maumere di Pulau Flores lebarkan unit usaha

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Persaingan antarlembaga jasa keuangan yang semakin ketat, Koperasi Simpan Pinjam ( KSP) Kopdit Obor Mas Maumere di Pulau Flores segera melebarkan usaha.

Hari Senin (12/8/2019), badan pengurus, pengawas, penasehat, manajemen dan perwakilan anggota melakukan seminar seminar `spin off' dan rapat khusus pembentukan spin off di Aula Hotel Lokarya Indah Maumere.

Ini Profesi Baru yang Dijajaki Anwar Pua Geno Ketika Tidak Lagi Menjadi Ketua DPRD NTT

Kegiatan ini menindaklanjuti berbagai pertemuan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dengan para pengurus dan manajemen Kopdit di NTT.

Ketua KSP Kopdit Obor Mas, Andreas Mbete, mengatakan tidak disiasati dengan spin off maka bisnis koperasi akan tertinggal jauh dari bisnis lainnya.

Presiden Jokowi Berencana Gaet Anak Muda Jadi Menteri, Begini Tanggapan Ridwan Kamil

Ia menjelaskan, spin off itu adalah pembagian organisasi ke berbagai sektor usaha baik jasa, produksi dan konsumsi. Lembaga koperasi bisa membentuk badan hukum baru terkordinasi dibawah sistem koperasi.

"Sasaran spin off terwujudnya koperasi sebagai badan usaha yang sehat, kuat dan mandiri sekaligus merupakan gerakan ekonomi kerakyatan. Kalau koperasi masih dengan usaha tunggal, simpan pinjam dan tidak melakukan spin off maka koperasi akan tertinggal jauh," tegas Andreas.

Diakuinya, persaingan antar lembaga koperasi sangat ketat dengan suku bunga yang sangat kompetitif dan bahkan sangat rendah.

Untuk itulah, pengurus, pengawas, dan general manager memandang melakukan seminar spin off membuka jalan bagi koperasi besar bergerak di sektor riil.

Seminar dan rapat khusus dibuka Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, menghabdirkan pembicara tokoh gerakan Kopdit NTT, Romanus Woga, dan Ketua Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategi (AKSES) Jakarta, Suroto. Hadir juga penasehat KSP Kopdit Obor Mas, Drs.Yoseph Ansar Rera, General Manager, Leonardus Frediyanto Lering, dan 129 orang perwakilan pengurus kelompok KSP Kopdit Obor Mas. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved