Senin, 4 Mei 2026

Renungan Harian

Renungan Harian Kristen Protestan Sabtu 10 Agustus 2019, Suka Marah dan Mendendam, Tanda Kita Sakit!

Renungan Harian Kristen Protestan Sabtu 10 Agustus 2019, Suka Marah dan Mendendam, Tanda Kita Sakit!

Tayang:
Editor: Eflin Rote
Dok Pribadi/Mesakh A.P. Dethan
Pdt. Dr. Mesakh A.P. Dethan, MTh, MA 

Renungan Harian Kristen Protestan
Sabtu 10 Agustus 2019
Oleh: Pendeta Dr. Mesakh A.P. Dethan, MTh, MA  

--

Suka Menyimpan Amarah dan Mendendam, Tanda Kita Sakit!

Dalam catatan sejarah dunia, banyak orang  tak bersalah telah menjadi korban  akibat keserakahan, egoisme, dari orang-orang yang tertentu, kelompok, suku, atau bangsa tertentu.

Dari catatan Alkitab, kita diberi banyak informasi. Misalnya karena keserakahan Daud untuk memperoleh Batzseba istri Uria, ia menggunakan cara yang kejam untuk memusnahkan Uria.

Demikian juga dengan Herodes yang takut kehilangan kekuasaannya, ia tidak segan-segan memerintahkan untuk membunuh semua anak berusia 2 tahun ke bawah di Betlehem. 

Hari ini kita membaca lagi sebuah ceritera yang sangat tragis. Karena dendam dari Herodias istri Herodes, maka kepala Yohanes Pembaptis dipenggal dan diberikan sebagai hadiah kepada putrinya.

Dari ceritera tadi sudah jelas, bahwa kemarahan Herodias terhadap Yohanes Pembaptis disebabkan karena Yohanes pernah menegur Herodes karena menikahi Herodias istri Filipus saudaranya.

Menurut Lukas 3:19-20 Yohanes dimasukan ke Penjara karena mengeritik Herodes.

“Akan tetapi setelah ia menegor raja wilayah Herodes karena peristiwa Herodias, isteri saudaranya, dan karena segala kejahatan lain yang dilakukannya, raja itu menambah kejahatannya dengan memasukkan Yohanes ke dalam penjara.” 

Herodes dalam ceritera ini diduga kuat adalah anak dari Herodes Agung yang berkuasa pada saat kelahiran Yesus.

Dan dari ceritera penyingkiran ke Mesir kita mengetahui bahwa Herodes agung telah meninggal dan anaknya Herodes dalam ceitera ini yang disebut Herodes Antipater mewarisi kekuasaannya walaupun tidak sama luas dengan kekuasaan ayahnya. Opa dari Herodes Antipater ini juga bernama Herodes. Ini sekedar penyegaran agar kita tidak bingung, karena semuanya bernama Herodes. 

Hal itu memang tak pantas karena antara Herodes dan Filipus satu bapa lain mama, karena itu mereka sebenarnya bersaudara satu bapa dan karena itu Herodes tidak pantas menikahi istri saudaranya, kecuali Filipus telah meninggal, adat istiadat Yahudi membolehkan.

Sementara Herodias sendiri demi Herodes menceraikan Filipus. Nah situasi ini yang dikritisi oleh Yohanes Pembaptis. Dan tentu saja kritik itu menimbulkan kemarahan dan dendam Herodes. 

Rasa dendam Herodias terhadap Yohanes ternyata sudah sangat lama, dan pada hari ulang tahun Herodes, Herodias memperoleh kesempatan untuk membalas kemarahannya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved