Salah Satu Sumber Mata Air PDAM Soe Kabupaten TTS Hampir Kering

Salah satu sumber mata air PDAM Soe, sumber mata air oetunu, Desa Tetaf, Kecamatan Kuatnana saat ini hampir kering. Debit air yang semula 5 liter per

Salah Satu Sumber Mata Air PDAM Soe Kabupaten TTS Hampir Kering
Pos Kupang.com/Dion Kota
Nampak salah satu sumber mata air permukaan di Kabupaten TTS yang mulai mengering sebagai dampak dari musim kemarau Area lampiran 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Salah satu sumber mata air PDAM Soe, sumber mata air oetunu, Desa Tetaf, Kecamatan Kuatnana saat ini hampir kering. Debit air yang semula 5 liter perdetik, saat ini hanya menyisakan 1 liter perdetik. Diperikan pada September mendatang sumber mata air Oetunu yang melayani sekitar 100 pelanggan di kawasan Niki-Niki ini akan mengering.

Hal ini diungkapkan Direktur PDAM Soe, Lily Hayer kepada pos Kupang. Com, Rabu (7/8/2019) sore di lapangan Puspenmas Soe. Lily mengatakan sumber mata air Oetunu yang melayani kawasan seputar Niki-Niki ini memang selalu kering setiap tahunnya. Karena debit air yang kurang tersebut, maka pelayanan air untuk pelanggan seputar Niki-Niki terganggu. Saat ini, para pelanggan sudah membeli air yang dijual dengan menggunakan mobil pick up guna memenuhi kebutuhan air bersih.

" Kalau kasus Niki-Niki itu memang setiap tahun sumber mata airnya kering. Sehingga para pelanggan sudah langsung mengantisipasi dengan membeli air yang dijual dengan mobil pick. Kalau ada pelanggan yang mengadu ke kantor atau sambungan telepon kita maka kita layani dengan menggunakan mobil tangki air kita secara gratis. Namun untuk kasus Niki-Niki karena pelanggan kita kebanyakan merupakan orang dengan ekonomi mampu sehingga cenderung membeli air sendiri," ungkap Lily.

Di Maumere-NTT,Perempuan Usur Terperangkap Dalam Korbaran Api Terbakar

Untuk diketahui, PDAM Soe memiliki 10 sumber mata air, dimana dua diantaranya merupakan sumur bor. Saat musim kemarau seperti saat ini, debit air di sumber mata air yang dimiliki PDAM Soe mengalami penurunan debit. Puncaknya akan terjadi pada Oktober mendatang, dimana debit air mengalami penurunan berkisar 40 persen hingga kering total.

Untuk mengantisipasi hal ini, sebuah mobil tangki air bersih milik PDAM Soe disiagakan di kantor PDAM Soe guna melakukan pelayanan emergency. Pelayanan emergency ini dilakukan apa bila ada keluhan dari para pelanggan, baik pengaduan lewat sambungan telepon maupun mendatangi langsung kantor PDAM Soe.
Namun untuk sejauh ini, 9 sumber mata air masih dalam kondisi aman. Hanya satu sumber mata air yang terancam kering.

" Sejauh ini pelayanan masih aman. Pengaduan terkait pelayanan air memang ada tetapi jumlahnya masih sedikit karena ketersediaan air di sumber mata air kita masih aman. Pengaduan yang masuk kita layani dengan mobil tangki air kita secara gratis. Prinsipnya, jika ada pengaduan akan kita tanggapi," ujarnya.

Tahun 2019 sendiri lanjut Lily, PDAM Soe berencana akan menambah satu sumber mata air baru yaitu mata air Meokono. Saat ini masih dilakukan tender untuk pembangunan jaringan perpipaan dan bak penampungan airnya. Sumber air dengan debit 10 liter per detik tersebut ditargetkan akan diresmikan pada tahun 2019 ini.

" Salah satu usaha kita untuk meningkatkan pelayanan kita kepada pelanggan adalah dengan menambahkan satu sumber mata air baru lagi, yaitu sumber mata air Meokono. Kita juga akan melakukan usulan untuk membangun sumur bor di darah Niki-Niki sebagi pendukung sumber mata air Oetunu yang tiap tahunnya akan mengering saat musim kemarau," tegasnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTS menyebut hingga saat ini terdata 34 desa di 12 Kecamatan di kabupaten TTS terancam bencana kekeringan. Pasalnya, di 34 desa tersebut sumber mata air yang ada sudah mengalami penurunan debit air bahkan ada sumber mata air yang mengering.
Namun ditegaskan Ady, ketersediaan air di 34 desa tersebut masih mencukupi sehingga pihaknya belum melakukan pendropingan air bersih.

" Kita sudah menerima 34 laporan dari pihak desa terkait ancaman kekeringan. Namun sumber mata air yang ada sejauh ini masih mencukupi. Diperkirakan sekitar bulan September atau Oktober barulah sumber mata air permukaan dan kali akan mengering," jelasnya.

Untuk penanganan darurat kasus kekeringan di Kabupaten TTS lanjut Ady, BPBD Kabupaten TTS akan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTT guna membantu dalam proses pendropingan air bersih. BPBD kabupaten TTS berencana akan meminjam dua unit mobil tangki milik BPBD Propinsi NTT untuk membantu proses pendropingan air bersih.

" Seperti tahun lalu kita akan meminta bantuan mobil tangki dari BPBD Provinsi NTT untuk membantu kita dalam proses pendropingan air bersih guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat," pungkasnya. ( din)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved