Polisi Hentikan Kasus Gratifikasi DPRD Ende

kehendak untuk meningkatkan status kasus dugaan gratifikasi kalau memang tidak ditemukan adanya tindak pidana korupsi.

Polisi Hentikan Kasus Gratifikasi DPRD Ende
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Kapolres Ende, AKBP Achmad Muzayin 

Polisi Hentikan Kasus Gratifikasi DPRD Ende

POS-KUPANG.COM|ENDE--Polres Ende secara resmi menghentikan penyelidikan kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan 7 oknum anggota DPRD Kabupaten Ende.

Penghentian penyelidikan itu dilakukan karena penyidik polisi tidak menemukan cukup bukti terjadinya kasus gratifikasi yang melibatkan oknum Anggota DPRD Kabupaten Ende.

Kapolres Ende, AKBP Achmad Muzayin mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com,Selasa (6/8/2019) ketika dikonfirmasi mengenai hasil penyelidikan polisi atas kasus dugaan gratifikasi 7 orang oknum DPRD Kabupaten Ende.

Kapolres Achmad mengatakan penyidik Polres Ende memang telah menangani kasus dugaan gratifikasi secara hukum mulai dengan meminta keterangan para saksi maupun anggota DPRD Kabupaten Ende juga saksi ahli serta mengambil dokumen-dokumen yang terkait dengan dugaan gratifikasi.

Namun demikian setelah dilalukan berbagai upaya penyelidikan dan dilakukan gelar perkara serta dari hasil gelar perkara menyatakan bahwa kasus dugaan gratifikasi tidak ditemukan bukti yang cukup mengarah pada tindakan korupsi sehingga dengan demikian penyidik kepolisian menyatakan bahwa kasus dugaan gratifikasi dihentikan,ujar Kapolres Achmad.

Kapolres Achmad mengatakan pihaknya tidak bisa memaksakan kehendak untuk meningkatkan status kasus dugaan gratifikasi kalau memang tidak ditemukan adanya tindak pidana korupsi.

“Kalau memang tidak cukup bukti tentu polisi tidak bisa meningkatkan atau menaikan kasus itu ke tahap selanjutnya karena kalau dipaksakan tentu akan berlawanan dengan hukum,”kata Kapolres Achmad.

Menurut Kapolres Achmad penghentian penyelidikan oleh polisi karena semata-mata tidak cukup bukti tanpa ada hal lain seperti intervensi dari pihak lain.

Kapolres Achmad mengatakan meskipun polisi telah menghentikan penyelidikan atas kasus dugaan gratifikasi namun demikian kasusnya bisa saja dibuka kembali kalau memang ada bukti baru yang ditemukan oleh penyidik maupun atas masukan dari masyarakat.

“Kalau memang masyarakat memiliki bukti yang cukup silahkan lapor namun demikian bukti yang diserahkan tersebut harus benar-benar valid bukan berdasarkan katanya,”kata Kapolres Achmad.

Untuk diketahui kasus dugaan gratifikasi telah lama ditangani oleh Polres Ende tercatat setidaknya sudah tiga Kapolres Ende yang menangani kasus itu mulai dari AKBP Johanes Bangun dan Kapolres AKBP Ardiyan Mustaqim hingga saat ini Kapolres AKBP Achmad Muzayin.

Simak Potensi Tinggi Gelombang Hari Ini di Empat Perairan di Wilayah Perairan Sumba

Mau Tahu Lokasi Pemadaman Listrik Hari Ini Selasa 6 Agustus 2019? Lihat Jadwalnya Disini

Pelatih Macan Kemayoran, Julio Banuelos Tak Bawa Kiper Shahar Ginanjar vs PSM Makassar

Terkait kasus itu sempat menuai reaksi dari elemen masyarakat hingga mahasiswa yang melakukan serangkain aksi demo ke Polres Ende bahkan sempat dilakukan pra peradilan di Pengadilan Negeri Ende. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved