Rombel SMPN 2 Kota Kupang 'Tabrak' Juknis, Begini Penjelasan Kepala Sekolah

Rombel SMPN 2 Kota Kupang 'Tabrak' Juknis, Begini Penjelasan Kepala Sekolah

Rombel SMPN 2 Kota Kupang 'Tabrak' Juknis, Begini Penjelasan Kepala Sekolah
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Kepala SMP N 2 Kota Kupang di halaman Dinas Pendidikan Kota Kupang, Senin (5/8/2019). 

Rombel SMPN 2 Kota Kupang 'Tabrak' Juknis, Begini Penjelasan Kepala Sekolah

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Jumlah rombongan belajar ( Rombel) di SMPN 2 Kota Kupang, tahun ajaran 2019/2020 tak sesuai petunjuk teknis ( Juknis) Data Pokok Pendidikan ( Dapodik) Dinas Pendidikan Kota Kupang.

Dalam Juknis ditetapkan SMP N 2 Kota Kupang hanya mengakomodir peserta didik baru dalam 11 Rombel dan masing-masing Rombel maksimal 32 siswa-siswi. Faktanya, sekolah tersebut ada penambahan tiga Rombel sehingga menjadi 14 Rombel.

Meriahkan HUT Kemerdekaan RI, Aston Kupang Hotel Sapa Seluruh AGUS

Sejumlah siswa-siswi kelas VII di sekolah beralamat di Jl. Tompelo 033, Kecamatan Oebobo tersebut, saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, di halaman sekolah, Senin (5/8/2019) menyebut kelas VII memiliki 14 rombongan belajar, yakni dari kelas A sampai N.

Kepala SMP N 1 Kota Kupang, Ishak Koroh saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, terkait Juknis jumlah Rombel, membenarkan bahwa sesuai Juknis harusnya hanya 11 Rombel.

Dinas Pendidikan Kota Kupang Kerahkan 5.000 Ribu Siswa Deklarasi Lingkungan Bersih

"Betul, kalau di Juknis memang seharusnya 11 Rombel. Tapi kami tambah tiga Rombel karena ada berbagai pertimbangan dan itu kami sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota juga ke pusat," ungkapnya.

Ishak menjelaskan, pihak sekolah didatangi orangtua, lurah dan camat setempat minta dicarikan solusi, bagaimana siswa-siswi yang masuk dalam zonasi tetapi tidak diterima karena kuota sudah penuh dapat diakomodir.

"Jadi kita coba menjawab kebutuhan di masyarakat. Kalau kita biarkan saja, anak-anak kita mau sekolah di mana. Lalu bagaimana masa depan mereka," ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Kupang dan Pusat untuk penambahan tiga Rombel dimaksud. Dan sampai saat ini, kata dia, proses belajar mengajar di SMP N 1 Kota Kupang berjalan aman dan lancar.

Terkait upaya peningkatan mutu pendidikan dan fasilitas di sekolah tersebut, kata dia, pihak sekolah dan komite akan membangun koordinasi. Pasalnya, dana BOS tidak cukup untuk membantu peningkatan mutu pendidikan fasilitas.

"Kita tidak bisa hanya harapkan dana BOS, itu tidak cukup. Kemungkinan kita akan bicarakan dengan komite soal kontribusi orangtua berupa sumbangan. Tapi kita akan kaji baik-baik jangan sampai kita regulasi," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved