Kontainer Baja Selamatkan Ratusan Pengunjung Walmart dari Penembakan, Ini Kisah Saksi Mata

Sebuah Kontainer Baja selamatkan ratusan Pengunjung Walmart dari Penembakan Massal, ini kisah saksi mata

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.com/REUTERS / JORGE SALGADO
Pengunjung Walmart di El Paso, Texas, keluar dari dalam toko usai insiden penembakan massal, Sabtu (3/8/2019). 

POS-KUPANG.COM | EL PASO - Sebuah Kontainer Baja selamatkan ratusan Pengunjung Walmart dari Penembakan Massal, ini kisah saksi mata.

Pengunjung Walmart dan saksi mata insiden penembakan massal di Texas menceritakan bagaimana puluhan orang menyelamatkan diri dengan cara bersembunyi di dalam kontainer.

Penembakan massal terjadi di Walmart El Paso, Texas, pada Sabtu (3/8/2019), yang menewaskan hingga 20 orang dan melukai 26 pengunjung lainnya.

BREAKING NEWS: Ratusan Penonton Tinju di Maumere NTT Kena Tipu

Tersangka pelaku penembakan, yang diidentifikasi media AS sebagai Patrick Crusius (21), diamankan petugas kepolisian Texas, setelah menyerahkan diri seusai menjalankan aksinya.

Sementara saksi mata menggambarkan saat-saat menegangkan setelah terdengarnya suara tembakan.

Salah seorang saksi, Kianna Long, mengatakan bahwa sekitar 100 orang pengunjung Walmart berhasil selamat setelah bersembunyi di dalam kontainer baja, tempat menyimpan barang-barang milik toko.

Penembakan Massal di Texas, 20 Orang Tewas, Gubernur Texas Sebut Baru Terjadi dalam Sejarah

Long menggambarkan bagaimana karyawan Walmart mengarahkan pengunjung ke bagian belakang toko dan menyuruh mereka masuk ke dalam kontainer.

"Mereka mengatakan kepada kami untuk bersembunyi di dalam kontainer paling akhir, berjaga-jaga jika pelaku penembakan mulai menembak kembali," ujar Long kepada Fox News.

Dia menambahkan bahwa dirinya bersembunyi bersama-sama dengan puluhan orang lainnya.

"Saya kira pengunjung yang bersembunyi lebih dari 50 orang, tetapi tidak sampai 200 orang," ujarnya.

Long mengatakan, dirinya sedang bersama suaminya berbelanja di bagian belakang toko, saat tiba-tiba mendengar suara letusan, yang awalnya dipikir adalah suara kembang api.

Namun kemudian dia melihat para pengunjung toko mulai merunduk, berlari, dan berteriak tentang ada penembak di dalam toko.

"Situasi saat itu benar-benar kekacauan massal," lanjutnya, menambahkan dia mulai kembali mendengar suara tembakan yang semakin sering.

Long dan suaminya lantas mulai berlari ke bagian belakang toko dan memberi tahu pengunjung lainnya tentang penembak sebelum mengikuti para karyawan toko.

Pernyataan polisi, dilansir Sky News, menyebut ketika penembakan terjadi, Walmart sedang penuh dengan pengunjung, sekitar 3.000 orang.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved