Jefri Riwu Kore Pedagang Kaki Lima Juga Mau Hidup Jangan Taruh Mereka di Sembarang Tempat

penertiban tersebut merupakan yang ke dua kali, setelah sebelumnya dilakukan penertiban pada 17 Juli 2019.

Jefri Riwu Kore Pedagang Kaki Lima Juga Mau Hidup Jangan Taruh Mereka di Sembarang Tempat
POS-KUPANG.COM/Foto Serlin Suryanti Lado pedagang Kelapa di Jl. Polisi Militer Oebobo
Aksi Satpol PP tertibkan pedagang kelapa di Jl. Polisi Militer, Oebobo, Kota Kupang, Selasa (30/7/2019). 

Jefri Riwu Kore Pedagang Kaki Lima Juga Mau Hidup Jangan Taruh Mereka di Sembarang Tempat

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore menanggapi relokasi pedagang kaki lima di Jl. Polisi Militer Oebobo, Kota Kupang belakang Kantor Gubernur NTT ke belakang hotel Cendana Kota Kupang.

Jefri menegaskan para pedagang kaki lima juga ingin hidup dan pemerintah bertanggung jawab menyediakan lokasi yang layak dan strategis bagi mereka.

Diakuinya para pedagang kaki lima yang berjualan di Jl. Polisi Militer Oebobo, diberikan izin oleh Pemerintah Kota Kupang pada masa kepemimpinan Jonas Salean. Namun Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta agar PKL di Jl. Polisi Militer direlokasi.

Hal itu dikatakan Jefri menanggapi pertanyaan wartawan terkait relokasi tersebut dalam jumpa pers menyambut dua tahun masa kepemimpinannya bertajuk 'Ayo Berubah' di Ruang Rapat Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (31/7/2019).

"Memang itu kewenangan kami, tapi pa Gubernur mati-matian minta direlokasi. Dan yang jadi persoalan sekarang mereka mau dipindahkan kemana," ungkap Jefri.

"Saya sudah tugaskan Kadis Disperindag cari tempat yang baik dan jangan taruh mereka di Sembarang tempat. Dalam artian jangan taruh di tempat yang orang tidak mau membeli, karena para PKL juga mau hidup," tambahnya.

Jefri mengatakan, dalam waktu satu atau dua minggu relokasi ke tempat yang kayak dan strategis bisa clear. Menurutnya di belakang hotel Cendana sebagaimana yang direkomenadasikan sebelumnya oleh Disperindag Kota Kupang tidak layak dan ada kandang-kandang babi di sana.

Aksi Satpol PP tertibkan pedagang kelapa di Jl. Polisi Militer, Oebobo, Kota Kupang, Selasa (30/7/2019).
Aksi Satpol PP tertibkan pedagang kelapa di Jl. Polisi Militer, Oebobo, Kota Kupang, Selasa (30/7/2019). (Serlin Suryanti Lado pedagang Kelapa)

"Dan soal kandang babi ini, saya sudah sampaikan ke lurah-lurah jangan ada lagi babi terpelihara di dalam Kota ini karena sangat menganggu. Masyarakat sudah banyak jadi jangan mengganggu lingkungan kita. Jadi kita akan cari solusi untuk PKL ini. Jangan sampai hanya ada satu dua persoalan, mereka kehilangan pekerjaan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghancurkan meja milik para pedagang kelapa di Jl. Polisi Militer, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang, Selasa (30/7/2019).

Halaman
123
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved