Senin, 13 April 2026

50 Kk di Desa Oenaem Alami Bencana Rawan Pangan

Sebagian besar warga di Desa Oenaem, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengalami bencana rawan pangan

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ Thomas Mbenu Nulangi
Kondisi kebun salah seorang warga di Desa Oenaem. Gambar diambil, Sabtu (2772019). 

50 Kk di Desa Oenaem Alami Bencana Rawan Pangan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU- Sebagian besar warga di Desa Oenaem, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengalami bencana rawan pangan. Dari sekira 146 kepala keluarga (kk) di desa itu, setidaknya ada sekira 50 kk yang mengalami rawan pangan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa Oenaem, Bernadus Nesi kepada Pos Kupang saat ditemui di kediamannya, Sabtu (27/7/2019).

Bernadus mengatakan, 50 kk yang mengalami rawan pangan tersebut disebabkan karena kebanyakan kebun warga berada di pinggiran kali Biboki Selatan.

"Selain dari itu juga ada sebagian wargayang kebunnya juga terkena bencana angin kencang, curah hujan berlebihan, sehingga gagal panen. Jadi hampir semua begitu," ujarnya.

Bernadus mengatakan, saat ini yang masih bisa bertahan hidup ditengah kondisi rawan pangan yang dialami oleh warga adalah mereka penerima bantuan PKH.

"Jadi syukur-syukur lah mereka itu, tapi selain dari itu, ada yang sudah mulai kelaparan," ungkapnya.

Bernadus menambahkan, masyarakat di Desa Oenaem tidak ada lagi persediaan cadangan bahan makanan, sebab hampir semua masyarakat mengalami gagal panen sebagai akibat dari bencana alam yang mereka alami.

Sekertaris Ditjen Bimas Kristen Pantau Ujian PMB STAKN Kupang

Pemerintah Harus Bertanggung Jawab Saat Terjadi Kekeringan

"Palingan hanya satu atau dua orang saja kebun yang tidak berada di pinggiran kali yang bisa bertahan sampai bulan Oktober. Tapi kalau yang lain tidak ada lagi persediaan bahan makanan," terangnya.

Diakuinya, kondisi tersebut memang yang dialami oleh warga di desa Oenaem, bukan karena disengaja oleh pemerintah desa, dan hal itu hampir terjadi setiap tahunnya.(*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved