Berita Tamu Kita

David Boimau: Jangan Meninabobokan Masyarakat dengan Bantuan

Nasib seseorang siapa yang tahu. Keinginan tak selalu seiring dengan kenyataan. Itulah yang dialami David Imanuel Boimau.

David Boimau: Jangan Meninabobokan Masyarakat dengan Bantuan
POS KUPANG/ DION KOTA
Anggota DPRD TTS, David Boimau

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Nasib seseorang siapa yang tahu. Keinginan tak selalu seiring dengan kenyataan. Itulah yang dialami David Imanuel Boimau, anggota DPRD Kabupaten TTS tiga periode.

Saat kecil ingin menjadi guru, cita-cita favorit bocah di zaman itu. Namun, keinginan tak sejalan dengan kenyataannya. Dinamika kehidupan mengantarkan David menjadi pembawa aspirasi masyarakat. Dia menjadi fasilitator pemberdayaan masyarakat.

Menjadi fasilitator membuat David lupa akan cita-cita masa kecilnya. Dunia fasilitator memberikan David motivasi baru untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat kecil lewat jalur politik.

Cerpen Maria Hebi: My Sweet Leprechaun

David ingin pola pemberdayaan diadopsi pemerintah dalam kebijakan yang bersifat permanen. Ia yakin, hanya melalui pemberdayaan, masyarakat dibebaskan dari kemiskinan. Pola bantuan yang selama ini dilakukan meninabobokan masyarakat dalam kemiskinan.

Status miskin membuat masyarakat muda mendapatkan bantuan, tetapi sulit untuk keluar dari jeratan kemiskinan.

Motivasi inilah yang memantik David terjun ke politik dari Partai Damai Sejahtera (PDS) Dapil TTS IV tahun 2009.
Inovasi apa saja yang dilakukan sebagi wakil rakyat tiga periode?

Ikuti wawancara Pos Kupang, Dion Kota, dengan David Boimau beberapa waktu lalu.

Bagaimana dengan masa kecil Anda. Apakah bercita-cita menjadi politisi?
Saya lahir di Desa Pene Selatan, Kecamatan Kolbano. Desa yang waktu itu fasilitas umumnya masih sangat minim. Saya menghabiskan masa kecil seperti anak-anak lain di desa. Bermain, mengembala ternak dan bersekolah. Tidak ada sesuatu yang luar biasa dari masa kecila saya. Terbesit saat itu, saya ingin menjadi seorang guru. Profesi yang jamak sering saya temui.

Bercita-cita menjadi guru tetapi saat kuliah mengambil jurisan Peternakan. Apa alasan Anda?
Memang cita-cita masa kecil saya ingin menjadi guru, tetapi hampir setiap hari saya mengurus ternak keluarga. Saya kemudian berpikir untuk mengembangkan usaha ternak keluarga. Salah satu caranya dengan masuk Jurusan Peternakan dengan tujuan menambah pengetahuan saya tentang dunia peternakan.

Resmi Bercerai, Song Hye Kyo Hapus Semua Foto Song Joong Ki di Akun Instagramnya

Halaman
123
Penulis: Dion Kota
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved