RS. Johannes Kupang Akan Beri Perhatian Khusus pada Balita Korban Kekerasan Oleh Ayah Kandung

akibatnya Diana mengalami kekurangan gizi. "Anak sudah kurang gizi tambah dia aniaya lagi," ujarnya.

RS. Johannes Kupang Akan Beri Perhatian Khusus pada Balita Korban Kekerasan Oleh Ayah Kandung
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Diana Damiyanti Sabneno digendong oleh ibunya Erni Laku Sabu di ruang kenanga, RS. Johanes Kupang, Kamis (18/7/2019). 

Balita berusia dua tahun asal desa Oenesu, Kelurahan Batakte, Kabupaten Kupang tersebut mendapat perlakuan kejam dari ayah kandungnya sendiri. Mulai dari tidak diberi makan, dipukul hingga mengalami patah tulang dan mulutnya dibakar pakai api rokok.

Diana merupakan bungsu dari delapan bersaudara dari pasangan Abraham Sabneno dan Erni Laku Saba. Keluarga ini menetap di desa Oenesu, Kabupaten Kupang di sekitar lokasi wisata air terjun Oenesu, jauh dari permukiman penduduk desa tersebut.

Rumah mereka berdinding bebak dan beratap seng, namun sudah karatan. Tanah tempat rumah mereka pun merupakan tanah sewaan, milik salah seorang warga yang tinggal jauh dari tempat tinggal mereka.

Sang istri, Erni Laku Sabu, sesungguhnya mengetahui persis bagaimana perlakuan suaminya menganiaya Diana sejak Diana berusia satu tahun. Namun sayang Erni tidak berani melaporkan ke keluarga atau polisi lantaran Abraham mengancam akan membunuh Erni dan Diana.

Kekejian Abraham terkuak, Minggu (14/7/2019) sore. Erni tak tahan lagi melihat penderitaan Diana. Sore itu ketika pulang menjual sayur di Bolok Kupang, Erni mendapati anaknya dalam kondisi kritis. Paha kiri dan lengan kiri Diana kian membekak, sementara luka bakar di bibir dan dagu berair.

Lengan kiri dan paha kiri Diana dipukul serta dagu dan mulutnya dibakar pakai api rokok oleh Abraham pada Jumat (12/7/2019). Erni pun hanya memberi perawatan seadanya kepada Diana.

Melihat kondisi anaknya kian parah, Erni diam-diam bergegas melapor ke pihak Polsek setempat. Hari itu Erni tidak kembali ke rumah, ia tinggal bersama keluarganya dan Diana sempat dirawat di Puskesmas Batakte.

Singkat cerita, Selasa (16/7/2019) Erni akhirnya bisa membawa Diana ke Rumah Sakit Johannes Kupang untuk mendapatkan perawatan.

Ditemui POS-KUPANG.COM, Kamis, (18/7/2019) siang di Ruang Kenanga, RS. Johannes Kupang, Diana terbaring lesu di atas tempat tidur. Kaki kiri dan lengan kirinya bengkak dan lebam.

Sementara dagu dan bibirnya memerah dan berair. Matanya cekung dan wajahnya penuh butiran keringat. Badannya kurus dan kepalanya besar, terlihat seperti penderita gizi buruk.

Halaman
123
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved